Berita Infrastruktur Transportasi

Pemkab Bantul Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Pasca Jalan Amblas di Imogiri

Jalan ambles di Padukuhan Kedungmiri, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta,(Dok Warga)

Gardupedia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, DI Yogyakarta, secara resmi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari menyusul bencana hidrometeorologi yang menyebabkan kerusakan infrastruktur parah, khususnya terputusnya akses jalan di Padukuhan Wunut, Kalurahan Sriharjo, Kecamatan Imogiri.

Status tanggap darurat ini berlaku mulai dari tanggal 21 November hingga 5 Desember 2025. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap kerusakan yang terjadi akibat hujan deras, yang juga dilaporkan memicu jebolnya paku bumi dan menyebabkan jalan amblas serta retak di beberapa lokasi.

Bencana ini terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah Kalurahan Sriharjo pada Jumat (21/11/2025). Kerusakan paling signifikan menimpa akses utama di Padukuhan Wunut RT 03, di mana jalan dilaporkan amblas atau putus sepanjang kurang lebih 100 meter. Insiden ini secara efektif telah mengisolasi Padukuhan Wunut, memaksa pendistribusian logistik harus dialihkan melalui jalur alternatif.

Selain di Wunut, kerusakan minor berupa retakan dan pergeseran jalan juga ditemukan di Sompok RT 05, meskipun akses di titik ini masih dapat dilalui namun telah dipasangi rambu peringatan.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menjelaskan bahwa penetapan status tanggap darurat ini bertujuan agar Pemkab Bantul dapat memfokuskan upaya pada penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak. Prioritas penanganan terutama diberikan pada daerah-daerah yang paling parah, termasuk Selopamioro, Sriharjo, dan Imogiri.

Diterjang Banjir Rob, Puluhan Keluarga di Aceh Utara Mengungsi dan Huntara Rusak Parah

Penutupan total akses jalan di Wunut telah dilakukan oleh pemerintah kalurahan dan aparat kepolisian setempat untuk mencegah jatuhnya korban. Imbauan kepada masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi juga telah dikeluarkan, mengingat adanya kekhawatiran longsor dapat meluas jika terjadi hujan lebat susulan.

Selama masa tanggap darurat, Pemkab Bantul akan memaksimalkan upaya untuk memastikan distribusi kebutuhan dasar kepada warga yang terisolasi dapat berjalan lancar melalui jalur-jalur alternatif. Kemudian mengimbau warga untuk terus waspada, terutama yang berada di wilayah rawan bencana hidrometeorologi seperti lereng perbukitan dan bantaran sungai. Selain itu menyiapkan rencana dan anggaran untuk penanganan infrastruktur yang rusak, meskipun fokus utama saat ini adalah keselamatan warga.

Penetapan status ini memungkinkan pemerintah daerah untuk bergerak lebih cepat dalam mengkoordinasikan bantuan dan penanganan teknis darurat di lapangan.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Editor : Robbi Firmansyah (Tim Redaksi Gardupedia.com)

Presiden Prabowo Akan Paparkan Arah Ekonomi 2027 di Paripurna DPR RI Besok

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *