Bencana Berita

Bencana Banjir Melumpuhkan Layanan RSUD Aceh Tamiang, 10 Pasien Dilaporkan Meninggal Dunia

Kondisi RSUD Aceh Tamiang pasca terdampak oleh Banjir Bandang

Gardupedia.com – Bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang telah menyebabkan lumpuhnya total operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat. Kondisi darurat ini berujung pada kabar duka, di mana sepuluh orang pasien dikonfirmasi meninggal dunia selama masa kritis akibat terendamnya fasilitas kesehatan tersebut.

Direktur RSUD Aceh Tamiang, dr. Andika Putra, menjelaskan bahwa rumah sakit tidak mampu lagi memberikan pelayanan medis. Ini disebabkan oleh ketinggian air yang mencapai 1 hingga 1,5 meter di dalam gedung, mengakibatkan terendamnya hampir seluruh peralatan penting.

“Situasi di rumah sakit kita sudah sangat genting. Air masuk ke semua ruangan, termasuk ruang ICU, IGD, dan ruang perawatan lainnya. Seluruh sistem kelistrikan dan peralatan medis utama, seperti ventilator dan alat pendukung hidup lainnya, tidak berfungsi,” jelas dr. Andika Putra, Minggu (7/12/2025).

Pihak rumah sakit dan tim penyelamat menghadapi kesulitan besar dalam melakukan evakuasi pasien. Lebih dari 100 pasien, termasuk bayi yang baru lahir, pasien di ruang isolasi COVID-19, dan pasien gawat darurat, harus segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi ini diperparah oleh arus air yang sangat deras dan terbatasnya akses.

Dalam kondisi yang kacau dan ketiadaan alat bantu medis, Direktur RSUD dengan berat hati mengonfirmasi adanya korban jiwa. Sepuluh pasien meninggal dunia saat banjir terjadi. Mayoritas korban merupakan pasien yang bergantung penuh pada alat bantu pernapasan (ventilator) dan peralatan medis elektronik lainnya yang tiba-tiba mati karena listrik padam dan terendam banjir.

Siasat Hemat BBM: Pekerja Komuter di Surabaya Beralih ke Sepeda Motor Listrik dan Gowes

“Kami sudah berupaya maksimal untuk memindahkan mereka. Namun, bagi pasien yang sangat kritis dan bergantung pada ventilator, ketika listrik padam dan alat-alat terendam, kami tidak punya pilihan lain. Sepuluh pasien kami meninggal dunia,” ujar beliau.

Saat ini, seluruh pasien yang berhasil diselamatkan telah direlokasi sementara ke beberapa posko pengungsian dan fasilitas kesehatan terdekat yang tidak terdampak banjir, termasuk Puskesmas dan Balai Pengobatan.

Pemerintah Daerah Aceh Tamiang mendesak Pemerintah Provinsi Aceh dan Pemerintah Pusat untuk segera mengirimkan bantuan darurat, terutama genset berkapasitas besar, obat-obatan, dan tim medis tambahan, mengingat fasilitas utama penanganan kesehatan di wilayah tersebut telah lumpuh total. Diperkirakan kerugian materil akibat kerusakan peralatan medis dan bangunan mencapai miliaran rupiah.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Editor : Robbi Firmansyah (Tim Redaksi Gardupedia.com)

Macron Kritik Keras Trump Terkait Eskalasi Konflik di Iran

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *