Gardupedia.com – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menyatakan ketidakpuasannya terhadap laporan yang dirilis oleh MSCI (Morgan Stanley Capital International). Laporan tersebut dianggap memberikan pandangan yang kurang menguntungkan bagi iklim investasi di Indonesia, yang memicu respons cepat dari otoritas pasar modal tanah air.
Presiden Prabowo merasa keberatan dengan penilaian indeks global tersebut karena dianggap tidak mencerminkan realitas kemajuan ekonomi dan stabilitas pasar modal Indonesia saat ini.
Menanggapi hal tersebut, pihak BEI menyatakan bahwa mereka menghargai masukan dari pemerintah dan terus berupaya melakukan edukasi serta transparansi data kepada lembaga pemeringkat internasional seperti MSCI.
BEI menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki fundamental pasar modal agar penilaian dari lembaga internasional di masa depan dapat lebih objektif dan positif.
Meski ada riak komunikasi antara pemerintah dan lembaga indeks, BEI mengimbau investor untuk tetap melihat kinerja emiten secara fundamental daripada hanya terpaku pada satu laporan tertentu.
Ketegangan ini menunjukkan bahwa pemerintah saat ini sangat protektif terhadap citra ekonomi Indonesia di mata dunia. BEI sendiri berada dalam posisi sebagai “jembatan” yang harus memastikan bahwa data yang digunakan oleh lembaga asing akurat dan mencerminkan transformasi yang sedang terjadi di pasar domestik.
Narasi ini menekankan pentingnya kedaulatan data ekonomi dan bagaimana persepsi global sangat memengaruhi aliran modal asing ke dalam negeri.


Comment