Gardupedia.com – Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Timur (DPW PKB Jatim) secara resmi memulai babak baru dalam peta perpolitikan daerah dengan mengukuhkan kepengurusan periode 2026–2031. Langkah ini tidak hanya menandai regenerasi internal, tetapi juga menjadi deklarasi kesiapan PKB untuk mendominasi kepemimpinan di Jawa Timur melalui penguatan basis pemilih muda dan posisi strategis di parlemen.
Dalam acara Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) yang digelar di Surabaya, Sabtu (14/2), Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar, mengungkapkan bahwa struktur kepengurusan saat ini sengaja didominasi oleh figur-figur muda. Hal ini merupakan respons terhadap data demografi yang menunjukkan bahwa sekitar 60 persen pemilih di Jawa Timur pada masa mendatang berasal dari kalangan milenial, Gen Z, hingga generasi Alpha.
“Kami sudah menyiapkan langkah dan strategi khusus untuk menyongsong 60 persen pemilih dari generasi milenial dan Z. Pendekatannya akan sangat berbeda karena generasi ini lebih kritis dan melek digital,” ujar Halim. Meski merahasiakan detail teknisnya agar tidak ditiru kompetitor, ia memastikan PKB akan lebih adaptif, lincah, dan intensif dalam membangun komunikasi di ruang digital guna menjawab persoalan riil anak muda.
Selain penguatan basis massa, PKB Jatim juga menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi dalam menatap pemilihan kepala daerah (Pilkada). Dengan status sebagai pemenang kursi terbanyak di DPRD Jawa Timur yakni 27 kursi PKB merasa memiliki posisi tawar yang sangat kuat untuk mengincar kursi Gubernur Jawa Timur (Jatim 1).
Halim Iskandar menegaskan kesiapan partainya terutama jika mekanisme pemilihan kepala daerah nantinya dilakukan melalui DPRD. Menurutnya, Pilkada melalui parlemen jauh lebih akuntabel dan rasional, khususnya untuk tingkat provinsi di mana gubernur berfungsi sebagai koordinator wilayah dan perwakilan pemerintah pusat.
“Jika pemilihan dilakukan oleh DPRD, PKB berada di posisi yang sangat menguntungkan. Dengan 27 kursi, kami memiliki modal signifikan untuk menentukan arah koalisi dan mengusung kandidat,” tambah Halim. Sebagai perbandingan, di bawah PKB terdapat PDI Perjuangan dan Gerindra yang masing-masing mengantongi 21 kursi, disusul Golkar dengan 15 kursi.
Melalui kombinasi pengurus yang energik dan dominasi kekuatan di legislatif, PKB Jatim optimis dapat mempertahankan relevansinya di tengah perubahan zaman. Konsolidasi ini dipandang bukan sekadar agenda rutin, melainkan persiapan matang untuk memastikan PKB tidak hanya menjadi pemenang di parlemen, tetapi juga pemegang tongkat estafet kepemimpinan eksekutif di Jawa Timur.
“Yang kami siapkan bukan hanya untuk satu momentum politik saja, melainkan demi masa depan Jawa Timur yang lebih baik,” pungkas Halim.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment