Gardupedia.com – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, usai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mendapatkan penanganan serius. Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi total korban terdampak telah mencapai 512 orang.
Atas insiden ini, BGN menjatuhkan sanksi pembekuan operasional dapur penyedia serta mengusulkan pencopotan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab di wilayah tersebut.
Peristiwa bermula pada Selasa malam (1/9/2026), ketika sejumlah santri secara bertahap mengeluhkan gejala pusing, nyeri perut, mual, muntah, hingga sesak napas beberapa jam setelah mengonsumsi paket makanan MBG. Kondisi kesehatan para santri kian memburuk hingga puncaknya pada Rabu pagi (2/9/2026). Lonjakan jumlah korban membuat pihak pesantren merujuk ratusan santri ke RSUD Sidoarjo, puskesmas terdekat, dan klinik setempat untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Dr. Ketut Sumedana, menyampaikan rincian penanganan korban dan langkah tegas yang diambil dalam siaran pers resmi pada Rabu siang (2/9/2026).
“Berdasarkan data yang dihimpun tim investigasi kami di lapangan, total korban yang terdampak sebanyak 512 orang. Saat ini, sebanyak 80 orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, 312 orang telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan, sedangkan 120 orang lainnya masih dalam tahap observasi untuk memastikan kondisi kesehatannya,” ujar Ketut Sumedana.
Ketut menjelaskan bahwa prioritas utama BGN saat ini adalah menjamin keselamatan seluruh korban dan memastikan mereka mendapatkan fasilitas perawatan medis terbaik hingga pulih sepenuhnya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan tindak lanjut atas kejadian tersebut, BGN telah mengambil langkah disipliner berat terhadap unit pengelola makanan terkait.
“Kami menjatuhkan sanksi suspend (pembekuan operasional) kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG penyedia makanan tersebut. Selain itu, kami juga mengusulkan kepada Kepala SPPG untuk dilakukan pencopotan sekaligus pergantian kepemimpinan,” tegas Ketut.
BGN bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dan aparat kepolisian setempat saat ini tengah melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel makanan dan bahan baku yang dikonsumsi para santri. BGN berjanji akan menyampaikan hasil investigasi penyebab pasti kontaminasi tersebut secara transparan kepada publik setelah seluruh uji laboratorium selesai dilaksanakan.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment