Advertisement Advertisement
Berita Business Ekonomi

Amazon Umumkan PHK Terbesar dalam Sejarah: 16 Ribu Karyawan Terdampak

Amazon melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 16.000 karyawannya yang tersebar di berbagai negara.

Gardupedia.com – Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Amazon, kembali melakukan langkah efisiensi drastis dengan mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 16.000 karyawan korporatnya secara global. Kebijakan yang diumumkan pada akhir Januari 2026 ini merupakan kelanjutan dari gelombang restrukturisasi besar-besaran yang telah dimulai sejak akhir tahun lalu.

Pemangkasan terbaru ini melengkapi rencana besar Amazon untuk merampingkan organisasinya. Jika digabungkan dengan PHK terhadap 14.000 pekerja pada Oktober 2025, total karyawan yang kehilangan pekerjaan dalam empat bulan terakhir mencapai sekitar 30.000 orang. Angka ini mencatatkan sejarah sebagai pengurangan tenaga kerja terbesar bagi perusahaan yang didirikan oleh Jeff Bezos tersebut dalam tiga dekade terakhir, melampaui rekor PHK tahun 2022-2023 yang berjumlah 27.000 orang.

Meskipun Amazon melaporkan keuntungan yang cukup signifikan, CEO Andy Jassy menekankan bahwa langkah ini bukan semata-mata karena masalah finansial, melainkan upaya untuk mengubah budaya perusahaan menjadi lebih lincah (seperti “startup terbesar di dunia”).

Amazon ingin memangkas lapisan manajemen yang dianggap terlalu tebal dan memperlambat proses pengambilan keputusan. Perusahaan mulai mengintegrasikan teknologi AI generatif untuk mengotomatisasi berbagai tugas administratif dan teknis, yang berdampak pada berkurangnya kebutuhan tenaga kerja manusia di posisi tertentu.

Selama pandemi Covid-19, Amazon melakukan perekrutan besar-besaran untuk memenuhi lonjakan permintaan belanja online. Saat ini, perusahaan melakukan penyesuaian karena pertumbuhan tersebut mulai stabil.

Antisipasi IHSG yang Anjlok, Pemerintah Minta BPJS dan Dana Pensiun Perbesar Investasi Saham

PHK kali ini dikabarkan menyasar berbagai divisi strategis, termasuk Amazon Web Services (AWS), divisi ritel, Prime Video, serta departemen Sumber Daya Manusia (PXT).

Bersamaan dengan pengumuman ini, Amazon juga mengambil keputusan mengejutkan dengan menghentikan operasional seluruh toko fisik Amazon Fresh dan Amazon Go. Selain itu, sistem pembayaran biometrik telapak tangan mereka, Amazon One, juga akan dihentikan pengembangannya.

Amazon berkomitmen untuk membantu para pekerja yang terkena dampak. Karyawan yang berbasis di Amerika Serikat akan diberikan waktu selama 90 hari untuk mencari posisi baru di unit internal perusahaan lainnya. Bagi mereka yang tetap harus keluar, perusahaan menjanjikan paket dukungan transisi berupa:

  • Uang pesangon.
  • Layanan penempatan kerja (outplacement).
  • Tunjangan asuransi kesehatan untuk periode tertentu.

Meski melakukan PHK massal, manajemen menegaskan bahwa Amazon akan tetap membuka lowongan dan berinvestasi pada bidang-bidang strategis yang menjadi masa depan perusahaan, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur AI dan pusat data.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Bawa Pengurus DPW ke Istana, Cak Imin Komitmen Kawal Agenda Politik Presiden

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *