Advertisement Advertisement
Berita Ekonomi

Antisipasi IHSG yang Anjlok, Pemerintah Minta BPJS dan Dana Pensiun Perbesar Investasi Saham

Pemerintah mendorong BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan hingga dana pensiun untuk meningkatkan porsi investasi saham di pasar modal. (CNN Indonesia/ Dela Naufalia).

Gardupedia.com – Menanggapi kondisi pasar modal yang sempat memburuk, pemerintah kini mendorong lembaga pengelola dana publik seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, serta berbagai yayasan dana pensiun untuk meningkatkan alokasi investasi mereka di bursa saham. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk memperkuat basis investor institusi dalam negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa pemerintah telah melonggarkan batas maksimal penempatan dana di instrumen saham. Jika sebelumnya batas investasi hanya dipatok maksimal 10 persen sejak tahun 2015, kini lembaga-lembaga tersebut diizinkan menempatkan dana mereka hingga 20 persen di pasar modal.

“Kami memberikan ruang bagi dana pensiun dan BPJS untuk berinvestasi lebih besar pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat, seperti emiten dalam indeks LQ45,” ujar Airlangga dalam acara Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2).

Kebijakan ini merupakan bagian dari empat pilar reformasi pasar modal Indonesia yang meliputi aspek likuiditas, transparansi, tata kelola, dan penegakan hukum. Upaya ini mendesak dilakukan setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok hingga 8 persen pada pekan sebelumnya akibat sentimen negatif dari pembekuan indeks oleh MSCI.

Selain meningkatkan porsi investasi institusi, pemerintah juga melakukan beberapa langkah strategis lainnya:

Bawa Pengurus DPW ke Istana, Cak Imin Komitmen Kawal Agenda Politik Presiden

  1. Batas minimal saham publik yang beredar ditingkatkan dari 7,5-10 persen menjadi 15 persen guna menjaga likuiditas pasar.
  2. Batas wajib lapor kepemilikan saham diperketat. Kini, investor yang memiliki saham di atas 1 persen wajib mengungkap identitasnya ke publik, turun dari aturan sebelumnya yang sebesar 5 persen.

Intervensi dan kebijakan baru ini mulai menunjukkan hasil positif. Pada perdagangan Selasa (3/2), IHSG berhasil bangkit ke zona hijau dan ditutup menguat 2,52 persen ke level 8.122. Airlangga menilai kenaikan ini sebagai respons positif pasar terhadap langkah-langkah perbaikan yang diambil pemerintah.

Sebelumnya, pasar modal Indonesia sempat mengalami guncangan hebat yang memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt) dan berujung pada pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) serta sejumlah petinggi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dengan reformasi ini, pemerintah berharap kepercayaan investor dapat pulih sepenuhnya dan struktur pasar modal nasional menjadi lebih tangguh di masa depan.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *