Gardupedia.com – Ketua Komisi I DPR RI, Utut Adianto, memberikan penjelasan terkait keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza (Board of Peace). Ia menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam lembaga tersebut sama sekali bukan bertujuan untuk mengirimkan pasukan guna mengikuti pertempuran fisik di medan perang.
Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (26/1/2026), Utut menjelaskan bahwa fokus utama kehadiran Indonesia adalah sebagai penjaga perdamaian. Misi yang diusung lebih bersifat diplomatis dan kemanusiaan, sejalan dengan mandat konstitusi untuk ikut serta menjaga ketertiban dunia.
Utut menekankan bahwa peran Indonesia dalam dewan tersebut adalah untuk mendorong stabilitas di kawasan Gaza, bukan untuk terlibat dalam konfrontasi bersenjata. Keikutsertaan ini dipandang sebagai langkah strategis agar suara Indonesia yang selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dapat didengar langsung dalam forum internasional yang menangani masa depan Gaza.
Selain itu, Komisi I DPR RI juga mengingatkan pemerintah agar tetap waspada dan berhati-hati dalam menavigasi posisi Indonesia di dalam dewan yang diinisiasi oleh Amerika Serikat tersebut. Hal ini penting untuk memastikan bahwa diplomasi “Bebas Aktif” Indonesia tidak terkooptasi oleh kepentingan politik negara lain dan tetap konsisten pada perlindungan warga sipil serta hak-hak bangsa Palestina.
Meskipun mendukung langkah pemerintah, para legislator di Senayan berencana untuk terus memantau perkembangan keterlibatan ini, termasuk mengenai detail operasional dan dampak geopolitik yang mungkin muncul bagi Indonesia di mata dunia internasional.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment