Gardupedia.com – Tim nasional bola voli Vietnam, yang merupakan salah satu pesaing utama di Asia Tenggara, tengah menghadapi tantangan serius menjelang perhelatan SEA Games 2025. Persiapan mereka dibayangi oleh terungkapnya sejumlah kelemahan mendasar dalam tim, yang membuat sang pelatih merasa resah dalam memutuskan komposisi pemain terbaik.
Salah satu kelemahan yang paling mencolok adalah ketidakstabilan di lini pertahanan belakang dan penerimaan servis (passing). Kondisi ini sering kali mempersulit setter untuk membangun serangan yang efektif dan bervariasi.
Tim voli Vietnam masih terlalu bergantung pada performa beberapa pemain senior atau bintang tertentu. Apabila pemain kunci ini mengalami penurunan performa atau absen, kekuatan tim secara keseluruhan akan sangat terdampak.
Meskipun memiliki beberapa talenta muda yang menjanjikan, konsistensi penampilan mereka, terutama dalam situasi pertandingan bertekanan tinggi, masih menjadi pertanyaan.
Situasi ini menempatkan pelatih Vietnam dalam kondisi serba salah saat harus menyeleksi dan menentukan 12 pemain yang akan dibawa ke SEA Games.
Pelatih harus memilih antara mempertahankan pemain berpengalaman untuk menjamin stabilitas, atau memasukkan darah muda yang memiliki potensi serangan besar namun kurang teruji di bawah tekanan.
Pelatih perlu mencari formula komposisi yang mampu menutupi kelemahan di lini belakang tanpa mengorbankan daya gempur di lini depan.
Keresahan pelatih ini dipicu oleh keinginan kuat Vietnam untuk dapat bersaing ketat, terutama dengan rival abadi mereka, Thailand, dan juga tim-tim kuat lainnya seperti Indonesia, demi merebut medali emas. Dengan waktu persiapan yang semakin mepet, fokus utama tim pelatih saat ini adalah mencari solusi taktis cepat untuk menstabilkan pertahanan dan menemukan starting six yang paling harmonis dan seimbang.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !
Editor : Robbi Firmansyah (Tim Redaksi Gardupedia.com)


Comment