Berita Kesehatan Regional

Waspada “Super Flu” pada Balita di DIY: Kenali Gejala dan Kapan Harus ke Dokter

Gejala Super Flu Virus pada Anak

Gardupedia.com – Kasus penyakit yang dijuluki sebagai “Super Flu” kini mulai ditemukan menjangkiti kelompok anak usia bawah lima tahun (balita) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi orang tua karena intensitas gejalanya yang cenderung lebih berat dibandingkan flu biasa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Ari Kurniawati, menjelaskan bahwa kasus ini terdeteksi di sebuah rumah sakit di Kabupaten Sleman. Pasien merupakan balita berusia di bawah satu tahun. Menariknya, pasien dilaporkan tidak memiliki riwayat perjalanan jauh, sehingga sumber penularan masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Setelah menjalani perawatan intensif, balita tersebut dinyatakan telah sembuh dan diperbolehkan pulang.

Istilah “Super Flu” merujuk pada kondisi influenza yang memiliki durasi lebih lama dan gejala yang lebih hebat. Biasanya, kondisi ini dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem atau sirkulasi virus flu yang lebih agresif. Pada balita, daya tahan tubuh yang belum sempurna membuat mereka lebih rentan terhadap komplikasi jika tidak segera ditangani.

Orang tua diminta untuk memantau dengan saksama jika anak menunjukkan tanda-tanda seperti suhu tubuh meningkat drastis dan seringkali sulit turun meski sudah diberikan kompres atau obat penurun panas biasa, produksi lendir yang berlebih yang dapat mengganggu jalan napas, anak terlihat sangat rewel, lemas (fatigue), atau sering menangis karena merasa pegal di seluruh badan, anak menolak makan atau minum, yang berisiko menyebabkan dehidrasi dan dalam beberapa kasus, flu ini juga disertai dengan mual, muntah, atau diare.

Mengingat kondisi balita bisa menurun dengan cepat, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan atau unit gawat darurat jika muncul tanda-tanda bahaya (red flags) berikut:

Siasat Hemat BBM: Pekerja Komuter di Surabaya Beralih ke Sepeda Motor Listrik dan Gowes

  1. Napas terlihat cepat, ada tarikan dinding dada, atau suara napas yang berbunyi (mengi).
  2. Anak jarang buang air kecil (popok kering lebih dari 6 jam), mata cekung, atau tidak ada air mata saat menangis.
  3. Anak tampak sangat mengantuk, sulit dibangunkan, atau terus-menerus lemas.
  4. Terjadi akibat demam yang terlalu tinggi (kejang demam).
  5. Menandakan anak kekurangan oksigen dalam darah.

Pihak kesehatan di DIY mengimbau masyarakat untuk kembali memperketat protokol kesehatan, seperti menjaga kebersihan tangan, memastikan asupan nutrisi anak terpenuhi, serta menjauhkan balita dari orang dewasa yang sedang sakit. Vaksinasi influenza juga sangat disarankan sebagai langkah perlindungan tambahan.

Mengingat penyebaran virus ini diperkirakan masih akan aktif dalam beberapa minggu ke depan, pastikan kebersihan tangan anak terjaga dan hindari kerumunan jika tidak mendesak.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *