Berita

Kementerian ESDM Prediksi Produksi Listrik Indonesia Sentuh 354 TWh pada 2025

Gardupedia.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia memproyeksikan bahwa produksi energi listrik nasional akan mencapai angka 354,1 Terra Watt-hour (TWh) pada tahun 2025. Perkiraan ini muncul seiring dengan perhitungan terhadap peningkatan permintaan listrik di dalam negeri yang terus bertambah dari tahun ke tahun, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur.

Target produksi sebesar $354,1$ TWh tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjamin ketersediaan pasokan listrik yang stabil dan berkelanjutan, serta mendukung kebutuhan industri dan rumah tangga di seluruh Indonesia.

Menurut Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, peningkatan signifikan ini didasari oleh asumsi pertumbuhan ekonomi nasional yang optimis. Beliau menjelaskan bahwa asumsi ini telah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk realisasi proyek-proyek pembangkit listrik baru, baik yang dikelola oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) maupun pihak swasta (Independent Power Producer / IPP).

Proyeksi ini menunjukkan kenaikan yang cukup berarti dibandingkan dengan estimasi realisasi produksi listrik pada tahun sebelumnya. Data Kementerian ESDM mengindikasikan bahwa produksi listrik terus mengalami tren peningkatan rata-rata sekitar 4-5% setiap tahunnya.

Lebih lanjut, dalam rangka mencapai target ambisius tersebut, pemerintah menekankan pentingnya peran Energi Baru Terbarukan (EBT). Meski kapasitas pembangkit listrik berbasis batu bara masih dominan, upaya percepatan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, air, dan panas bumi terus didorong untuk mencapai target bauran energi nasional yang lebih hijau.

MK Tolak Gugatan Terkait Kewajiban Gelar S2 bagi Calon Anggota DPR

Target produksi $354,1$ TWh ini akan menjadi acuan utama bagi PLN dalam menyusun Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang akan datang. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan infrastruktur kelistrikan memadai, tidak hanya untuk mendukung pembangunan di Jawa, namun juga pemerataan akses energi hingga ke wilayah-wilayah terpencil.

Dalam total produksi listrik, batu bara masih menjadi sumber dominan. Sebesar $66,52\%$ atau $193,22$ TWh dari keseluruhan energi listrik dihasilkan dari pembangkit batu bara. Tri menjelaskan dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR pada Kamis, 13 November 2025, bahwa kontribusi batu bara ini tetap stabil dan bertindak sebagai penopang utama baseload (beban dasar) pasokan listrik nasional.

Di posisi kedua, gas bumi menyumbang $47,46$ TWh, atau setara dengan $16,34\%$ dari total produksi hingga Oktober 2025. Tri menambahkan, produksi listrik dari gas bumi menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan memegang peran vital sebagai sumber energi yang fleksibel serta berfungsi menyeimbangkan sistem kelistrikan di Indonesia.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Editor : Robbi Firmansyah (Tim Redaksi Gardupedia.com)

Persib Bandung Berjanji Lakukan Evaluasi Total Usai Dijatuhi Sanksi Berat oleh AFC

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *