Berita

Dua Pekerja Migran Indonesia Tewas dalam Kebakaran Hebat di Apartemen Hong Kong

Situasi kebakaran di kompleks apartemen di di distrik Tai Po, Hong Kong. Kamis (27/11/2025) pagi.

Gardupedia.com – Sebuah musibah kebakaran besar yang terjadi di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, pada hari Kamis (27/11), telah merenggut banyak korban jiwa, termasuk dua orang Warga Negara Indonesia (WNI). Tragedi ini dianggap sebagai salah satu yang terparah di Hong Kong, di mana api melalap tujuh dari delapan menara hunian.

Menurut laporan terkini, insiden ini telah menyebabkan 44 orang tewas dan ratusan penghuni lainnya dilaporkan hilang. Kompleks perumahan yang terdiri dari delapan gedung setinggi 32 lantai tersebut dihuni oleh sekitar 4.600 warga di 2.000 unit apartemen.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong telah membenarkan bahwa dua WNI meninggal dunia dan dua WNI lainnya mengalami luka-luka. Seluruh WNI yang menjadi korban merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di sektor domestik.

KJRI Hong Kong segera menghubungi keluarga para korban untuk memberikan informasi resmi dan mengurus langkah penanganan selanjutnya.

KJRI juga bekerja sama dengan pihak berwenang Hong Kong dan agen ketenagakerjaan untuk memfasilitasi proses repatriasi jenazah, memastikan pemenuhan hak-hak pekerja, serta memberikan pendampingan bagi para korban yang selamat.

Resmikan Operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Prabowo: Desa Harus Mandiri

WNI yang terdampak oleh bencana ini diimbau untuk segera menghubungi hotline KJRI di nomor +852 5242 2240 atau panic button di +852 6773 0466.

Video yang beredar menunjukkan kobaran api yang sangat cepat merembet di tujuh menara apartemen, disertai kepulan asap hitam yang pekat menyelimuti area perumahan. Pada Kamis pagi, otoritas Hong Kong mengumumkan bahwa api di empat menara telah berhasil dikendalikan setelah upaya pemadaman selama 15 jam, sementara tiga menara sisanya masih dalam penanganan.

Bencana ini juga berdampak pada penutupan sejumlah ruas jalan dan meliburkan enam sekolah demi keselamatan.

Kepolisian Hong Kong telah menahan tiga orang yang berasal dari sebuah perusahaan konstruksi terkait dengan penyelidikan penyebab kebakaran. Dugaan awal mengarah pada kelalaian dalam penggunaan material atau praktik konstruksi yang tidak standar.

Pemerintah Hong Kong sebelumnya telah mengimbau penghentian penggunaan perancah bambu dan jaring pelindung yang tidak memenuhi standar sejak Maret lalu, mengingat risiko kebakaran yang tinggi.

MK Tolak Gugatan Terkait Kewajiban Gelar S2 bagi Calon Anggota DPR

KJRI Hong Kong menyatakan komitmennya untuk terus memantau perkembangan situasi dan memastikan dukungan penuh diberikan kepada semua WNI yang menjadi penyintas tragedi ini.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Editor : Robbi Firmansyah (Tim Redaksi Gardupedia.com)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *