Gardupedia.com – Acara serah terima jabatan (sertijab) pengurus DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Semarang yang digelar pada Senin (12/1/2026) berakhir ricuh. Ketegangan memuncak di lokasi acara setelah munculnya ketidaksesuaian data mengenai daftar nama pengurus yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) terbaru.
Insiden ini bermula saat proses pembacaan dan penyerahan berkas administrasi dilakukan. Kericuhan dipicu oleh protes keras dari sejumlah kader yang menemukan adanya perbedaan signifikan antara nama-nama pengurus yang diumumkan dengan draf yang sebelumnya telah disepakati atau diketahui oleh internal pengurus lama.
Terdapat klaim bahwa nama-nama yang muncul dalam SK resmi dari DPP tidak sesuai dengan hasil usulan akar rumput di tingkat daerah. Adanya hambatan komunikasi antara pengurus lama dengan pihak yang baru ditunjuk, sehingga proses transisi tidak berjalan mulus. Adu mulut tidak terhindarkan ketika beberapa anggota mencoba menghentikan jalannya acara, yang memaksa situasi menjadi tidak kondusif.
Akibat kericuhan ini, agenda sertijab yang seharusnya menjadi momen konsolidasi partai justru terhambat. Para pengurus yang hadir sempat terlibat ketegangan fisik sebelum akhirnya dilerai. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan final apakah proses sertijab akan diulang atau dilakukan mediasi ulang di tingkat DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) Jawa Tengah.
Pihak internal PSI diharapkan segera melakukan klarifikasi terkait validitas SK tersebut guna meredam gejolak di tingkat daerah, terutama menjelang persiapan agenda-agenda politik mendatang di Kota Semarang.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment