Berita Ekonomi

Rupiah Menguat ke Rp16.721 di Tengah Merosotnya IHSG

IHSG dan Rupiah Dibuka Beda Arah, Tekanan Jual Masih Membayangi (foto mnc media)

Gardupedia.com – Pada penutupan perdagangan Rabu (28/1) sore, nilai tukar rupiah tercatat mengalami penguatan. Mata uang Indonesia ini naik sebesar 46,5 poin atau sekitar 0,28 persen, sehingga berada di posisi Rp16.721 per dolar AS. Sejalan dengan itu, kurs referensi Bank Indonesia (Jisdor) turut menetapkan rupiah di angka Rp16.723 per dolar AS.

Kondisi mata uang di kawasan Asia terpantau beragam. Sementara rupiah menguat bersama won Korea Selatan (0,59%), peso Filipina (0,57%), dan yuan China (0,11%), beberapa mata uang lain justru melemah, seperti yen Jepang (0,32%) dan baht Thailand (0,31%). Sebaliknya, mata uang negara-negara maju seperti euro, poundsterling, dan franc Swiss kompak ditutup di zona merah terhadap dolar AS.

Menurut Lukman Leong, analis dari Doo Financial Futures, penguatan rupiah kali ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran terhadap dolar AS (sell America trade). Fenomena ini terjadi setelah pasar menangkap sinyal dari pernyataan Donald Trump yang mengindikasikan dukungan terhadap pelemahan nilai tukar dolar.

Meski demikian, posisi rupiah dinilai belum sepenuhnya stabil. Hal ini disebabkan oleh adanya tekanan di pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam atau “ambruk” sebagai respon investor terhadap pengumuman terbaru dari MSCI mengenai komposisi saham-saham Indonesia, yang memicu aksi jual di pasar ekuitas.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

MK Tolak Gugatan Terkait Kewajiban Gelar S2 bagi Calon Anggota DPR

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *