Gardupedia.com – Pihak kepolisian memberikan klarifikasi terkait peristiwa ledakan yang terjadi di sebuah masjid di Jember. Berdasarkan hasil investigasi awal di tempat kejadian perkara (TKP), aparat memastikan bahwa sumber ledakan tersebut bukanlah berasal dari bom atau bahan peledak rakitan lainnya.
Pihak Kepolisian Resor (Polres) Jember mengungkapkan bahwa dugaan kuat penyebab insiden ini adalah adanya reaksi bahan kimia. Tim penjinak bom (Jibom) dan tim laboratorium forensik yang diterjunkan ke lokasi tidak menemukan komponen pendukung bom seperti detonator, pemicu, ataupun residu bahan peledak konvensional.
Menurut penjelasan kepolisian, ledakan tersebut diduga dipicu oleh akumulasi bahan kimia tertentu yang tersimpan di dalam salah satu ruangan atau area di sekitar masjid. Reaksi kimia ini kemungkinan terjadi akibat kondisi suhu udara atau adanya zat lain yang memicu terjadinya tekanan gas tinggi hingga berujung pada ledakan.
Meskipun sempat menimbulkan kepanikan di kalangan jamaah dan warga sekitar, polisi memastikan situasi saat ini sudah terkendali. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini, namun beberapa bagian bangunan masjid mengalami kerusakan material akibat dampak getaran dan tekanan ledakan.
Hingga saat ini, area di sekitar titik ledakan masih dipasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu tidak benar (hoaks) yang menyebutkan bahwa insiden ini merupakan aksi terorisme. Petugas masih terus mendalami jenis bahan kimia apa yang menjadi pemicu utama ledakan tersebut agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment