Berita Ekonomi

Survey SKDU BI: Kinerja Dunia Usaha Melambat di Awal 2026

Ilustrasi bisnis/umkm.go.id

Gardupedia.com – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa aktivitas dunia usaha di Indonesia menunjukkan tren perlambatan pada kuartal pertama tahun 2026. Berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU), penurunan ini terlihat dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang tercatat sebesar 10,11%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan capaian pada kuartal IV/2025 yang berada di angka 10,61%.

Meski secara umum melambat, Direktur Departemen Komunikasi BI, Anton Pitono, menjelaskan bahwa performa dunia usaha sejatinya masih terjaga di zona positif. Hal ini dikarenakan mayoritas sektor lapangan usaha tetap mencatatkan pertumbuhan. Beberapa sektor yang menjadi motor penggerak utama pada periode ini meliputi:

  1. Jasa Keuangan menjadi penopang terkuat dengan nilai SBT 1,94%.
  2. Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan terbantu oleh dimulainya musim panen.
  3. Industri Pengolahan serta Perdagangan terutama pada segmen grosir, eceran, serta reparasi kendaraan.

Kinerja positif di sektor-sektor tersebut dipicu oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yang mencakup perayaan Tahun Baru Imlek, Nyepi, serta momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Seiring dengan aktivitas usaha yang masih bertumbuh, tingkat penggunaan kapasitas produksi pada kuartal I/2026 tercatat stabil di level 73,15%. Sektor industri pengolahan serta pertanian menjadi kontributor utama dalam menjaga stabilitas kapasitas produksi ini.

Dari sisi finansial, para pelaku usaha dilaporkan berada dalam kondisi yang sehat. Indikator likuiditas dan rentabilitas (tingkat keuntungan) masih terjaga dengan baik, didukung oleh kemudahan akses pembiayaan melalui kredit perbankan.

Kebakaran Tumpukan Sampah di Kelapa Gading Berlangsung Selama 12 Jam

Dalam survei yang sama, para pengusaha memprediksi rata-rata inflasi nasional sepanjang tahun 2026 akan berada di angka 2,82%. Angka ini dinilai masih aman karena berada dalam kisaran target sasaran pemerintah, yaitu 2,5% ± 1%.

Menatap periode selanjutnya, Bank Indonesia optimis bahwa kegiatan dunia usaha akan kembali melesat pada kuartal II/2026. Optimisme ini didorong oleh proyeksi SBT yang melonjak ke angka 14,80%. Faktor pendorong utamanya adalah kelanjutan musim panen raya, meredanya curah hujan yang akan memperlancar aktivitas pertambangan, serta dimulainya berbagai proyek konstruksi baru.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *