Gardupedia.com – Meski harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mengalami kenaikan pada April 2026, dampak ekonominya ternyata tidak terlalu dirasakan oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Saat ini, ancaman nyata bagi biaya operasional mereka justru datang dari melambungnya harga kemasan plastik.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menjelaskan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi memiliki dampak yang sangat terbatas bagi para pelaku usaha kecil. Hal ini dikarenakan mayoritas UMKM masih mengandalkan energi yang disubsidi oleh pemerintah untuk menjalankan roda bisnis mereka.
“Karena rata-rata UMKM menggunakan BBM bersubsidi seperti Solar, Pertalite, dan LPG, maka dalam konteks energi seharusnya tidak ada dampak yang signifikan,” ujar Maman di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga energi bersubsidi guna memastikan beban biaya pelaku usaha tetap terkendali di tengah ketidakpastian kondisi global.
Sebaliknya, pemerintah justru banyak menerima keluhan terkait kenaikan harga plastik yang cukup tajam. Plastik merupakan komponen vital bagi UMKM untuk pengemasan produk, sehingga kenaikan harganya langsung memangkas margin keuntungan.
Maman mengungkapkan bahwa aspirasi yang paling banyak masuk dari para pelaku usaha saat ini adalah mengenai keresahan harga plastik. Pemerintah berjanji akan segera menindaklanjuti isu ini agar tidak semakin membebani industri kecil.
Lonjakan harga plastik ini disinyalir terjadi akibat terganggunya rantai pasok bahan baku global. Konflik geopolitik dunia saat ini berdampak buruk pada ketersediaan nafta, salah satu bahan baku utama pembuat plastik. Gangguan pasokan ini memicu kenaikan harga yang akhirnya sampai ke tangan pengrajin dan pedagang kecil di tingkat lokal.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment