Uncategorized

Dolar AS Mengamuk hingga Rp17.600, Bos BI Ungkap Biang Keroknya

Foto: Dok. YouTube Bank Indonesia

Gardupedia.com – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memberikan penjelasan mendalam terkait tren pelemahan nilai tukar rupiah yang belakangan ini menyentuh angka Rp17.600 per dolar AS. Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta pada Senin (18/5/2026), Perry mengungkapkan bahwa kondisi ini tidak terlepas dari akumulasi berbagai faktor, mulai dari dinamika global hingga kondisi pasar domestik.

Menurut Perry, setidaknya ada tiga beban utama yang menekan mata uang Garuda saat ini: gejolak ekonomi global, aspek teknis di pasar keuangan, serta lonjakan permintaan valuta asing (valas) yang signifikan di dalam negeri.

Secara khusus, Perry menyoroti periode April hingga Juni sebagai masa di mana tekanan terhadap rupiah berada pada titik tertinggi. Hal ini disebabkan oleh siklus kebutuhan dolar AS yang meningkat tajam untuk berbagai keperluan domestik yang bersifat rutin maupun musiman.

“Pada periode April, Mei, dan Juni, permintaan terhadap devisa memang melonjak drastis. Kebutuhan ini biasanya didorong oleh aktivitas korporasi yang melakukan pembayaran dividen ke luar negeri serta pelunasan utang luar negeri yang jatuh tempo,” jelas Perry di Kompleks Parlemen.

Selain faktor korporasi, Perry juga menambahkan bahwa musim haji turut memberikan kontribusi terhadap tingginya serapan valuta asing. Besarnya kebutuhan dolar untuk biaya perjalanan dan akomodasi jemaah haji di tanah suci menjadi salah satu faktor teknis yang menguras ketersediaan likuiditas dolar di pasar dalam negeri dalam jangka pendek.

BP-AKR Naikkan Harga BBM, Varian Diesel Kini Tembus Rp30.890 per Liter

Meski rupiah tengah berada dalam tekanan yang cukup berat, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memantau perkembangan pasar dan melakukan langkah-langkah stabilisasi agar volatilitas nilai tukar tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *