Gardupedia.com — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, mengingatkan pentingnya penguasaan media sosial dan ruang digital oleh bangsa Indonesia agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin menanamkan pengaruh negatif.
Pernyataan tersebut disampaikan Menko Polkam saat memberikan sambutan pada acara Forum Koordinasi Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) yang digelar di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, pada Selasa, 1 September 2026.
Dalam forum tersebut, purnawirawan jenderal TNI ini menganalogikan lanskap informasi digital modern seperti arena perang kolosal.
“Medan digital sekarang sangat strategis. Saya ibaratkan sebagai Padang Kurusetra atau medan tempur yang sangat besar,” kata Djamari pada Selasa (1/9/2026).
Djamari menerangkan bahwa arena digital bukan sekadar sarana komunikasi, melainkan juga wahana pertempuran opini dan kritik. Pihak mana pun yang sanggup menguasainya akan menjadi pemenang. Apabila bangsa Indonesia pasif, pihak luar dengan kepentingan tertentu yang akan mengambil alih.
“Ruang digital saya katakan juga sebagai medan kritik, medan yang siapa pun bisa menguasainya maka akan memenangkan pertempuran. Apabila tidak kita kuasai, maka akan dikuasai orang lain dengan tujuan tertentu,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Djamari menyoroti betapa kuatnya pengaruh media sosial terhadap pola pikir dan persepsi masyarakat. Saat ini, konten berisikan disinformasi, fitnah, dan kebencian (DFK), kata-kata kasar, hingga materi tidak senonoh sangat mudah dijumpai di ruang publik digital. Jika hal ini terus dibiarkan tanpa adanya tindakan tegas dan penyeimbang, karakter bangsa berisiko mengalami kemunduran.
“Jangan sampai kita lengah sehingga karakter bangsa ini berubah menjadi lemah, mudah menyerah, dan pesimis. Kita tidak bisa menyerahkan negeri ini kepada orang-orang yang pesimis,” tegas Menko Polkam.
Sebagai langkah perbaikan, ia mengimbau kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh komponen masyarakat untuk mempererat koordinasi. Sinergi ini diperlukan guna menghadirkan informasi yang akurat sekaligus membangkitkan sikap optimistis publik.
Menutup keterangannya pada Selasa siang, Djamari mewanti-wanti risiko besar jika kontrol di ruang digital sampai jatuh ke tangan pihak lain. Upaya untuk merebut kembali domain digital yang terlanjur dikuasai akan membutuhkan sumber daya, peralatan, dan anggaran yang amat besar.
“Kalau sudah dikuasai orang lain, perlu upaya keras untuk merebutnya kembali. Perlu sumber daya, perlu alat, dan perlu anggaran. Padahal, kekuatan yang kita miliki sangat besar, maka harus bisa dikoordinasikan dengan baik,” pungkas Djamari.


Comment