Berita Business Ekonomi

Destry Damayanti Pimpin BI, Prioritaskan Stabilitas Moneter dan Sinergi Kebijakan

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti berjalan untuk mengikuti rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Gardupedia.com — Usai resmi ditetapkan oleh DPR RI sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti menegaskan bahwa bank sentral akan tetap memprioritaskan stabilitas moneter di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global pada Selasa (1/9/2026).

Destry menyampaikan bahwa penentuan arah kebijakan BI ke depan bakal terus disesuaikan secara dinamis mengikuti perkembangan kondisi internasional. Menurutnya, gejolak pasar global yang masih membayangi perekonomian menuntut BI untuk menempatkan stabilitas sebagai tumpuan utama.

“Karena kebijakan itu sangat tergantung dengan kondisi yang terjadi. Kalau kita lihat global, ketidakpastian masih tinggi, jadi artinya stabilitas tetap menjadi prioritas kita,” ujar Destry saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/9/2026) siang.

Ia menjelaskan, komitmen menjaga stabilitas makroekonomi tersebut berfokus pada penanganan tekanan nilai tukar rupiah sekaligus pengawalan inflasi domestik agar tetap terkendali sesuai sasaran BI di tingkat 2 persen plus minus 1 persen. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif agar ekonomi nasional dapat bertumbuh secara berkelanjutan.

Selain menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi, Destry menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara BI dan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan. Sinergi yang erat dinilai sangat diperlukan dalam mengelola likuiditas pasar, terutama ketika pemerintah tengah menerapkan kebijakan fiskal ekspansif.

Presiden FIFA Gianni Infantino Puji Karier Lionel Messi Usai Resmi Pensiun dari Timnas Argentina

“Bagaimana Bank Indonesia dengan Kementerian Keuangan itu harus bisa bersama-sama memonitor likuiditas. Pemerintah dengan kebijakan fiskal ekspansifnya, nah tentunya dari Bank Indonesia kita juga mendukung hal tersebut,” tutur Destry.

Ia menambahkan bahwa komunikasi antar-lembaga akan diperkuat agar instrumen kebijakan moneter dan fiskal dapat bergerak seirama tanpa ada benturan.

Langkah ini sejalan dengan visi “Sinergi Merah Putih” yang diusungnya demi mendorong kesejahteraan masyarakat luas. Kendati memprioritaskan kolaborasi erat, Destry memastikan bahwa optimalisasi sinergi antar-instansi tersebut akan tetap menghormati mandat dan batas kewenangan independen yang dimiliki oleh masing-masing lembaga.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *