Gardupedia.com — Kendati hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mulai menyiram sejumlah kawasan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, krisis air bersih belum mereda. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mencatat sebanyak 81 desa yang tersebar di 10 kecamatan hingga Selasa (27/10/2026) masih mengandalkan bantuan air bersih akibat kemarau panjang.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan bahwa Pemkab Pati telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk mempercepat penanganan darurat dan memastikan pasokan air bersih terus menyasar kawasan rawan kekeringan.
“Meskipun di beberapa wilayah sudah mulai hujan dalam beberapa hari terakhir, intensitasnya belum meresap optimal ke dalam tanah. Saya telah memerintahkan BPBD, PDAM, dan dinas terkait untuk tidak mengendurkan penyaluran air bersih. Armada tangki harus terus bergerak menyisir 81 desa tersebut,” tegas Risma Ardhi Chandra saat ditemui di Pati, Selasa (27/10/2026).
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, curah hujan yang turun pada akhir Oktober ini dinilai belum memadai untuk mengisi kembali sumber air baku masyarakat yang surut sejak Juli 2026.
Pihak BPBD Kabupaten Pati mengonfirmasi bahwa distribusi air bersih mengandalkan puluhan truk tangki setiap harinya, menyasar daerah terdampak dari pagi hingga sore hari.
“Hujan yang turun durasinya masih relatif pendek dan belum merata. Sumur-sumur warga yang kering sejak Agustus lalu hingga saat ini belum terisi kembali, sehingga bantuan pengiriman tangki air masih menjadi kebutuhan utama,” jelas perwakilan BPBD Pati, Selasa (27/10/2026).
Kondisi prihatin terlihat di kawasan Pati bagian selatan dan timur, di mana warga masih harus mengantre dengan wadah penampungan sejak pagi hari untuk mendapatkan pasokan air minum dan memasak.
“Hujan dua hari lalu hanya membasahi tanah permukaan sebentar pada sore hari. Airnya langsung habis diserap tanah yang sangat kering, sementara sumur kami tetap kosong. Untuk minum dan memasak, kami masih bergantung sepenuhnya pada bantuan air tangki,” ungkap salah seorang warga terdampak pada Selasa (27/10/2026).
Ia menambahkan bahwa warga terpaksa membatasi penggunaan air secara ketat untuk kebutuhan sanitasi dan mencuci pakaian hingga musim hujan benar-benar tiba secara merata.
Selain fokus pada pengiriman bantuan tangki air darurat, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan bahwa Pemkab Pati tengah merumuskan langkah mitigasi jangka panjang agar krisis air bersih tidak terus berulang setiap tahun.
“Penanganan darurat dengan truk tangki ini tentu solusi jangka pendek. Untuk jangka panjang, Pemkab Pati bersama instansi teknis sedang mengevaluasi pemetaan wilayah rawan untuk pembangunan sumur artesis baru, revitalisasi penampungan air (embung), serta optimalisasi jaringan pipa distribusi,” tambah Risma Ardhi Chandra, Selasa (27/10/2026).
BMKG memprediksi masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan di wilayah Jawa Tengah akan berlangsung hingga awal November 2026. Selama masa transisi pancaroba tersebut, Pemkab Pati beserta relawan berkomitmen memastikan kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih tetap terpenuhi.


Comment