Gardupedia.com – Ketegangan perang dan ketidakpastian situasi geopolitik global diprediksi akan memicu lonjakan harga minyak goreng dunia secara signifikan. Analis pasar memperingatkan bahwa kenaikan harga komoditas pangan ini bisa mencapai angka 20 persen dalam waktu dekat.
Konflik bersenjata yang memanas di wilayah-wilayah strategis, terutama yang berkaitan dengan jalur perdagangan energi seperti Selat Hormuz, telah mengganggu distribusi global. Biaya pengiriman dan premi asuransi kapal dilaporkan melonjak hingga 50 persen, yang secara langsung berdampak pada harga jual akhir minyak nabati.
Kekhawatiran akan kelangkaan barang membuat sejumlah negara besar seperti China, Amerika Serikat, dan Uni Eropa mempercepat impor mereka untuk mengamankan stok pangan. Di Malaysia, ekspor minyak sawit mentah (CPO) pada Maret 2026 melonjak 41 persen, sementara ke wilayah Timur Tengah kenaikannya mencapai lebih dari 547 persen.
Sektor hulu juga terdampak. Harga pupuk dunia meroket akibat gangguan pasokan bahan baku dari wilayah konflik. Hal ini membuat produktivitas kebun terancam menurun karena banyak petani, terutama petani kecil di Indonesia dan Malaysia, kesulitan menjangkau harga pupuk yang mahal.
Dua negara produsen sawit terbesar di dunia, Indonesia dan Malaysia, mulai merasakan tekanannya. Di Indonesia, harga CPO domestik tercatat sudah merangkak naik antara 8 hingga 10 persen sejak ketegangan pecah. Situasi pasokan ekspor juga diprediksi akan semakin ketat seiring dengan rencana pemerintah Indonesia yang akan meningkatkan kebijakan mandatori biodiesel dari B40 ke B50 mulai 1 Juli 2026. Kebijakan ini diperkirakan akan menyerap sekitar 1,5 juta ton stok sawit yang biasanya dialokasikan untuk pasar ekspor.
Para pengamat ekonomi, termasuk dari Public Investment Bank, memperkirakan bahwa efek penuh dari kenaikan harga ini akan mulai dirasakan konsumen secara luas dalam dua bulan ke depan, tepatnya setelah cadangan pasokan yang ada saat ini mulai menipis. Di beberapa pasar internasional seperti Jepang, harga grosir minyak sawit per April 2026 sudah mulai mengalami kenaikan yang nyata.
Secara keseluruhan, jika konflik terus berlanjut tanpa ada solusi perdamaian segera, dunia harus bersiap menghadapi gelombang inflasi pangan baru yang bersumber dari tingginya harga minyak goreng di pasar internasional.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment