Berita Internasional olahraga

Final Piala Dunia 2026 Ricuh, Joe Hart: Semua Orang Menjijikkan, Kecuali Messi

Gelandang Argentina Leandro Paredes (tengah) mendorong pemain Spanyol Eric García setelah laga final Piala Dunia FIFA 2026 melawan Spanyol berakhir pada 20 Juli di East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat. (EPA-Yonhap via Chosun)

Gardupedia.com — Partai puncak Piala Dunia 2026 yang seharusnya menjadi pesta olahraga terbesar di planet ini justru ternoda oleh insiden keributan di atas lapangan. Ketegangan tinggi dan atmosfer panas laga final memicu gesekan antarpemain yang berujung pada kericuhan masal.

Mantan penjaga gawang timnas Inggris, Joe Hart, memberikan kritik pedasnya terkait insiden memalukan tersebut saat memandu jalannya pertandingan sebagai komentator.

Joe Hart tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya melihat perilaku para pemain di lapangan. Menurutnya, tindakan tidak sportif yang dipertontonkan di laga sebesar final Piala Dunia sangat merusak citra sepak bola.

Dalam komentarnya yang disiarkan secara langsung, Hart melontarkan kecaman keras terhadap para pemain yang terlibat bentrok.

“Apa yang kita lihat di lapangan tadi benar-benar sebuah aksi yang menjijikkan, Ini adalah panggung tertinggi sepak bola, tempat di mana anak-anak di seluruh dunia menonton idola mereka. Menampilkan perilaku kasar seperti itu sama sekali tidak bisa dibenarkan,” ujar Hart dengan nada geram.

Tak Ingin Latihan di Pasar Lagi, Veda Ega Desak Sirkuit Yogyakarta Segera Dibangun

Lebih lanjut, Hart menegaskan bahwa tensi tinggi dalam sebuah pertandingan final tidak boleh dijadikan alasan bagi para pemain untuk melupakan profesionalisme mereka di arena hijau.

Menariknya, di tengah kecaman kerasnya terhadap mayoritas pemain yang terlibat bentrok, Joe Hart memberikan pengecualian khusus untuk megabintang Argentina, Lionel Messi.

Menurut pantauan Hart, Messi justru menunjukkan kelas dan kematangannya sebagai kapten serta pemain senior. Di saat pemain lain tersulut emosi, Messi tetap berkepala dingin dan mencoba menjadi penengah.

Messi terlihat berusaha menenangkan rekan satu timnya agar tidak terprovokasi. Ia tetap menunjukkan rasa hormat kepada lawan dan perangkat pertandingan di tengah situasi yang kacau. Hart memuji kedewasaan Messi yang menolak larut dalam aksi saling dorong dan konfrontasi fisik.

Hart pun memuji bagaimana sang kapten bersikap di tengah kekacauan tersebut. “Semua orang kehilangan kendali, kecuali Messi. Dia menunjukkan mengapa dia berada di level yang berbeda bukan cuma karena bakatnya, tetapi karena kedewasaan sikapnya di saat genting,” tambah Hart memungkasi komentarnya.

Warga Indramayu Krisis Air Bersih: Sumur Kering, Berubah Jadi Asin

Pihak FIFA dilaporkan akan segera melakukan investigasi mendalam terkait rekaman pertandingan guna mengidentifikasi pemain-pemain yang menjadi provokator utama dalam kericuhan ini. Sanksi disiplin berat berupa denda hingga larangan bertanding di kompetisi internasional diprediksi akan dijatuhkan kepada pihak-pihak yang terbukti bersalah.

Meskipun laga final telah usai, buntut dari keributan ini tampaknya masih akan menjadi perbincangan hangat dalam beberapa pekan ke depan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *