Berita Business Ekonomi

Mendagri Soroti Kenaikan Harga Bawang Putih, Minyak Goreng, dan Beras

Ketua Satgas PRR Sumatera Muhammad Tito Karnavian turun langsung ke Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Selasa (7/7/2026). (DOK. Humas Kemendagri)

Gardupedia.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, mengungkapkan adanya tren kenaikan harga pada sejumlah bahan pangan pokok di berbagai wilayah Indonesia. Komoditas yang tercatat mengalami kenaikan harga antara lain adalah bawang putih, minyak goreng, dan beras.

Tito menjelaskan bahwa lonjakan harga pangan tersebut berpotensi memicu inflasi nasional. Oleh karena itu, pemerintah saat ini tengah mempererat koordinasi antarlembaga demi menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menstabilkan harga di pasar.

“Ada kenaikan bawang putih, kemudian ada minyak goreng, sama beras, ada kenaikan sedikit. Itu yang saya sampaikan tadi kepada Menko,” ujar Tito usai menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

Tito menegaskan bahwa penanganan gejolak harga untuk komoditas bawang putih dan minyak goreng berada di bawah wewenang Kementerian Perdagangan (Kemendag). Ia menekankan pentingnya sinergi yang lebih intensif di antara kementerian terkait untuk mengatasi masalah ini.

“Bawang putih, minyak goreng, yang menjadi tugas Kementerian Perdagangan, ya ini perlu dikoordinasikan lebih intens. Kalau untuk masalah beras, ada beberapa daerah yang telah dikenakan juga harus cepat ditangani,” paparnya.

Tak Ingin Latihan di Pasar Lagi, Veda Ega Desak Sirkuit Yogyakarta Segera Dibangun

Sementara itu, untuk mengantisipasi kenaikan harga beras, pemerintah akan mempercepat langkah intervensi bersama kementerian dan lembaga sektor pangan, seperti Kementerian Pertanian (Kementan), Perum Bulog, dan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Proses koordinasi tersebut nantinya akan dipimpin langsung oleh Menko Perekonomian.

Menyikapi situasi ini, Mendagri telah menginstruksikan kepada seluruh pemerintah daerah (Pemda) khususnya wilayah yang mencatatkan angka inflasi tinggi untuk segera menambah pasokan bahan pokok di pasar lokal.

Menurut pantauan pemerintah, beberapa daerah di wilayah timur Indonesia dan Provinsi Aceh masih mengalami tingkat inflasi yang cukup tinggi. Selain masalah ketersediaan, kendala cuaca buruk seperti gelombang laut tinggi juga turut menghambat jalur distribusi logistik pangan di beberapa titik.

“Kalau saya sudah memberikan arahan kepada semua daerah, kalau target saya daerah-daerah yang tinggi-tinggi (inflasi), di daerah timur umumnya tinggi, di Aceh juga tinggi, langkah-langkahnya menambah suplai. Juga ada masalah ombak untuk distribusi, gelombang di beberapa daerah tertentu menggunakan kapal yang lebih besar,” kata Tito.

Kendati ada tekanan pada harga pangan, Tito menegaskan bahwa laju inflasi nasional sejauh ini masih tergolong aman dan terkendali di bawah ambang batas atas sasaran pemerintah sebesar 3,5 persen. Adapun pemicu utama kenaikan inflasi bulanan belakangan ini di antaranya disebabkan oleh tarif tiket pesawat serta pergeseran harga bawang putih, minyak goreng, dan beras.

Warga Indramayu Krisis Air Bersih: Sumur Kering, Berubah Jadi Asin

“Inflasi kita di angka 3,34 persen relatif terkendali, masih di bawah target nasional yang maksimal 3,5 persen,” pungkasnya.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *