Gardupedia.com – Aliansi ekonomi BRICS menunjukkan agresivitas tinggi dalam memperbesar simpanan emas mereka selama beberapa tahun terakhir. Langkah ini bukan sekadar respons terhadap dinamika pasar logam mulia, melainkan bagian dari pergeseran peta kekuatan ekonomi dunia dalam mengelola cadangan devisa.
Fenomena “borong emas” ini dipicu oleh niat kuat untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar AS (dedolarisasi). Di tengah situasi geopolitik yang kian memanas, banyak negara kini memandang emas sebagai aset cadangan yang paling aman dan netral karena tidak terikat pada kebijakan politik negara mana pun.
Mengutip data terbaru dari World Gold Council pada Selasa (21/4/2026), kekuatan cadangan emas blok BRICS saat ini telah mencapai angka yang signifikan. Kolektif negara BRICS kini menguasai lebih dari 6.000 ton emas. Jumlah tersebut setara dengan 17,4 persen dari seluruh total cadangan emas bank sentral di tingkat global.
Perubahan cara pandang bank sentral terhadap emas mencerminkan upaya perlindungan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi. Emas dianggap mampu memberikan stabilitas yang tidak dimiliki oleh mata uang kertas, terutama ketika dominasi dolar AS mulai dipertanyakan oleh banyak kekuatan ekonomi baru. Strategi ini menandai era baru di mana aset fisik kembali menjadi pilar utama dalam stabilitas devisa negara.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment