dari kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored.
Podcast ini membahas misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang diinisiasi oleh aktivis dari 47 negara untuk menembus blokade ilegal Israel terhadap Gaza dan mengirimkan bantuan logistik. Tamu dalam podcast ini adalah Muhammad Husain, seorang aktivis Indonesia yang terlibat langsung dalam misi tersebut.
1. Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla
Global Sumud Flotilla adalah gerakan non-kekerasan yang dimotori oleh sekitar 500 aktivis dari 47 negara, termasuk mantan walikota, artis, hingga remaja, sebagai bentuk kekecewaan terhadap kegagalan pemerintah-pemerintah dunia dalam menghentikan genosida di Gaza [04:04], [07:07]. Misi utama mereka adalah membuka koridor kemanusiaan dan membawa bantuan bagi warga Gaza yang telah didera genosida selama dua tahun terakhir [07:56]. Slogan gerakan ini adalah: “When our government fail, we sail” (Ketika pemerintah kami gagal, kami berlayar) [07:28].
2. Peran Besar Indonesia
Indonesia berperan besar dalam misi ini. Sebanyak 25 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kemanusiaan di Indonesia bersatu dalam proyek bersama dan berhasil mengumpulkan dana sekitar 10 miliar Rupiah hanya dalam waktu setengah jam [10:52], [16:00]. Dana ini digunakan untuk membeli tujuh kapal kecil, yang menjadi bagian signifikan dari armada flotilla [13:30].
3. Pembajakan Kapal oleh Israel
Dalam pelayaran menuju Gaza, armada kapal-kapal kecil tersebut disergap oleh pasukan komando Israel di wilayah “Zona Kuning” dan “Zona Merah” dekat perairan Gaza [19:00]. Proses intersep (pembajakan) memakan waktu hingga 12 jam [19:49]. Aktivis yang tidak bersenjata didekati oleh tentara Israel bersenjata lengkap, diintimidasi, dan dikumpulkan, kemudian diangkut (diculik) ke kapal-kapal Israel [20:48]. Aktivis kemudian dibawa ke pelabuhan Ashdod, Israel, dan selanjutnya dipindahkan ke penjara Katsiot yang berada di gurun Negev [21:00]. Semua bantuan logistik kemanusiaan yang dibawa disita, dan misi untuk menembus blokade gagal [23:47].
4. Perspektif dan Tujuan Aktivis
Menurut Muhammad Husain, gerakan ini didasari oleh “kemanusiaan dasar” (basic humanity) dan bukan untuk mencari validasi pahlawan [08:28]. Tujuan mereka adalah menyentil para pemimpin dunia yang seharusnya menjalankan tugas ini [13:06]. Israel melakukan pembajakan karena merasa terpojok dan takut jika jurnalis atau pihak luar masuk ke Gaza, yang akan membongkar “kekejaman-kekejaman Zionis” yang selama ini tidak terekspos [25:39]. Kondisi Gaza hingga saat ini tidak berubah, dengan pembunuhan terhadap warga sipil dan tenaga medis yang terus terjadi, bahkan setelah adanya resolusi PBB [27:09], [27:50], [28:33]. Ia juga menegaskan bahwa masalah Palestina bukan sekadar konflik wilayah, melainkan proyek kolonialisme strategis Barat [29:42].


Comment