Gardupedia.com – Sejumlah pedagang daging dan jagal melakukan aksi unjuk rasa unik sekaligus drastis di depan Gedung DPRD Kota Surabaya. Sebagai bentuk protes keras terhadap rencana relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian, mereka membawa langsung seekor sapi ke depan gedung dewan.
Para pedagang merasa keberatan dengan kebijakan Pemerintah Kota Surabaya yang berencana memindahkan aktivitas pemotongan hewan dari kawasan Pegirian ke lokasi baru di Banjar Sugihan. Beberapa poin utama yang menjadi keluhan mereka antara lain:
- Lokasi baru di Banjar Sugihan dianggap terlalu jauh dari pusat pasar daging yang selama ini berpusat di Surabaya Utara.
- Jarak yang jauh dikhawatirkan akan meningkatkan biaya transportasi, yang pada akhirnya dapat memicu kenaikan harga daging di tingkat konsumen.
- Pedagang meragukan kesiapan sarana dan prasarana di lokasi baru untuk menampung volume pemotongan harian mereka.
Kehadiran sapi di depan gedung DPRD bukan sekadar tontonan. Sapi tersebut merupakan simbol dari mata pencaharian mereka yang terancam. Para pengunjuk rasa ingin menunjukkan secara visual bahwa kebijakan relokasi ini berdampak langsung pada rantai distribusi daging yang melibatkan banyak pekerja kecil.
Dalam orasinya, perwakilan pedagang menuntut agar:
- Pemerintah Kota mengkaji ulang atau membatalkan rencana relokasi tersebut.
- Adanya dialog terbuka antara pihak RPH, Pemkot, dan para mitra (jagal/pedagang).
- Pemkot lebih fokus pada perbaikan fasilitas di RPH Pegirian yang sudah ada daripada memindahkannya.
Aksi ini sempat menarik perhatian masyarakat dan pengguna jalan di sekitar Jalan Yos Sudarso. Perwakilan dari anggota DPRD Surabaya kemudian menemui massa untuk menampung aspirasi tersebut dan berjanji akan menjembatani pertemuan dengan pihak terkait guna mencari solusi yang tidak merugikan para pedagang.
Catatan: Aksi ini mencerminkan kekhawatiran pelaku ekonomi mikro terhadap perubahan kebijakan tata kota yang berdampak pada stabilitas operasional bisnis mereka.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment