Berita Regional

Kepala BNPB Pantau Banjir di Pati: Fokus Perbaikan Rumah dan Modifikasi Cuaca untuk Mitigasi

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto didampingi anggota DPR RI, Sri Wulan dan Bupati Pati Sudewo saat meninjau dapur umum di Balai Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Sabtu (17/1/2026).(KOMPAS.com/ Kafi)

Gardupedia.com – Letnan Jenderal TNI Suharyanto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Sabtu (17/1/2026). Dalam kunjungannya, beliau memastikan bahwa pemerintah akan memprioritaskan penanganan dampak banjir, mulai dari bantuan logistik hingga perbaikan infrastruktur yang rusak.

Suharyanto mengawali kegiatannya dengan mengunjungi dapur umum di Balai Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati. Kunjungan ini bertujuan untuk menjamin kebutuhan pangan dan logistik bagi warga yang terpaksa mengungsi tetap terpenuhi dengan baik.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi, BNPB telah memetakan beberapa langkah strategis untuk menangani bencana di Kabupaten Pati:

  1. Distribusi bantuan ke posko-posko pengungsian menjadi prioritas utama untuk memastikan warga terdampak mendapatkan pelayanan yang layak.
  2. Untuk menekan risiko banjir susulan, BNPB akan menerapkan teknologi modifikasi cuaca. Tujuannya adalah untuk menurunkan intensitas hujan ekstrem menjadi hujan ringan atau sedang, sehingga beban debit air di wilayah terdampak berkurang.
  3. Pemerintah menargetkan dalam waktu dua minggu ke depan, tidak ada lagi akses jalan yang terputus di tingkat desa maupun kabupaten. Jika ditemukan jembatan yang ambrol, jembatan darurat akan segera dibangun untuk memulihkan mobilitas warga.
  4. BNPB berkomitmen melakukan pendataan menyeluruh terhadap rumah penduduk yang mengalami kerusakan, baik kategori ringan, sedang, maupun berat. Seluruh biaya perbaikan rumah-rumah tersebut akan ditanggung oleh pemerintah pusat.

Kepala BNPB menegaskan bahwa segala upaya perbaikan infrastruktur di tahun 2026 ini bukan sekadar solusi sementara, melainkan bagian dari mitigasi jangka panjang. Beliau berharap pembangunan dan perbaikan yang dilakukan sekarang dapat mencegah terulangnya bencana serupa jika di masa mendatang terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Segala yang kita kerjakan di tahun 2026 ini harus membuahkan hasil yang nyata. Target kita adalah menekan risiko bencana di masa depan sehingga masyarakat di Pati bisa merasa lebih aman dan tenang,” tegas Suharyanto.

Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Aset Negara Senilai Rp10,2 Triliun dari Penertiban Hutan

Kunjungan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam merespons bencana secara cepat dan terpadu, guna mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak banjir.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *