Gardupedia.com – Hingga Selasa (20/1/2026), bencana banjir masih mengepung wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, sebanyak 28 desa yang tersebar di enam kecamatan masih terendam air, menyebabkan puluhan ribu warga terdampak.
Armin Nugroho, Kabid Pengendalian Operasi dan Pengelolaan Data Informasi BPBD Jateng, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi sejak Jumat malam (16/1/2026). “Curah hujan yang ekstrim mengakibatkan permukiman dan jalan akses di beberapa wilayah masih belum surut hingga hari ini,” jelasnya.
Enam kecamatan yang paling parah terkena dampak meliputi:
- Siwalan
- Sragi
- Tirto
- Buaran
- Wonokerto
- Wiradesa
Ketinggian air dilaporkan sangat bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga yang terdalam mencapai 1,2 meter di Desa Pait, Kecamatan Siwalan. BPBD mencatat setidaknya 18.903 keluarga atau sekitar 59.729 jiwa terdampak secara langsung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.958 orang telah dievakuasi ke berbagai tempat pengungsian seperti kantor kecamatan, gedung sekolah, masjid, hingga rumah-rumah warga yang lebih aman.
Meskipun banjir merendam lebih dari 12.000 rumah dan puluhan fasilitas umum, sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama instansi terkait telah mendirikan 14 dapur umum untuk menjamin ketersediaan makanan bagi para pengungsi. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, yang meninjau lokasi secara langsung, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah kesehatan pengungsi, terutama kelompok rentan seperti lansia dan ibu hamil.
Beberapa pengungsi dengan kondisi kesehatan khusus, termasuk lansia yang memerlukan alat bantu medis, telah dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Selain permukiman, banjir juga sempat mengganggu operasional kereta api di jalur lintas utara. Pemerintah saat ini tengah bekerja sama dengan PT KAI untuk meninggikan lintasan rel agar perjalanan kereta kembali normal dan tidak terhambat oleh genangan air di masa depan.
Sebagai langkah darurat untuk mengurangi curah hujan, pemerintah juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi petugas di lapangan mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment