Berita Regional

Banjir Bandang Gunung Slamet, 1 Warga Tewas dan 7 Rumah Hilang Terseret Arus

Kondisi kerusakan permukiman warga yang diterjang banjir bandang dengan dengan membawa material kayu di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (24/1/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng.

Gardupedia.com – Bencana banjir bandang yang bersumber dari lereng timur Gunung Slamet melanda wilayah Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Peristiwa tragis ini dilaporkan telah memakan satu korban jiwa dan menyebabkan tujuh rumah warga hanyut tak bersisa.

Menurut keterangan Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, debit air Sungai Soso mulai meluap dan menerjang permukiman warga sejak dini hari. Air bah tersebut datang dengan membawa material berbahaya seperti lumpur pekat, bebatuan besar, dan potongan kayu gelondongan.

Kecepatan arus yang sangat tinggi membuat warga tidak sempat menyelamatkan bangunan mereka. Tercatat tujuh rumah yang berada di bantaran sungai hilang terseret arus. Selain kerugian bangunan, puluhan ekor ternak milik penduduk setempat juga dilaporkan hilang terbawa banjir.

Kerusakan infrastruktur juga terpantau cukup parah. Dua jembatan utama yang menghubungkan wilayah Purbalingga dan Serang mengalami kerusakan serius. Selain itu, jembatan di Sungai Bambangan dilaporkan putus total.

Akibatnya, beberapa wilayah seperti Dusun Gunung Malang dan Dusun Bambangan kini dalam kondisi terisolasi. Akses jalan kabupaten menuju lokasi tersebut tertutup material longsoran dan sisa banjir, sehingga mobilitas warga dan bantuan terhambat.

MPR Putuskan Gelar Ulang Final LCC di Kalbar dengan Juri Independen Baru

Pihak BPBD Purbalingga melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Kuat Waluyo, mengonfirmasi adanya satu korban meninggal dunia akibat bencana ini. Namun, rincian identitas korban masih dalam proses pendataan lebih lanjut karena adanya kendala komunikasi di lapangan akibat gangguan sinyal dan pemadaman listrik di area terdampak.

Hingga saat ini, sebanyak 110 warga dari 31 kepala keluarga (KK) di Dusun Bambangan telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Kondisi di lokasi masih diwarnai hujan dan angin kencang yang mempersulit proses evakuasi.

BPBD Purbalingga telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari relawan dan warga untuk mulai membersihkan material banjir guna membuka kembali akses jalan. Kebutuhan mendesak bagi para penyintas saat ini mencakup logistik makanan, air bersih, serta bantuan alat berat untuk menyingkirkan material batu dan kayu di jalur utama.

Sebagai langkah antisipasi, seluruh jalur pendakian menuju puncak Gunung Slamet juga telah ditutup sementara demi keamanan masyarakat dan pendaki.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Wamenkum Tegaskan di MK bahwa Kedudukan Polri Berbeda dengan Kementerian

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *