Gardupedia.com – Ratusan pengemudi ojek daring (ojol) yang tergabung dalam berbagai elemen massa melakukan aksi unjuk rasa di depan BSI Tower, Jakarta Pusat, pada Senin (26/1/2026). Aksi ini dilakukan untuk menyuarakan ketidakpuasan para mitra driver terhadap kebijakan tarif dan kesejahteraan saat ini.
Dalam aksi tersebut, massa yang terdiri dari Gerakan Bersama Aliansi Pengemudi Online Bersatu (GEBER APOB), Federasi Serikat Pekerja Pengemudi Online Bersatu (FSPPOB 261), serta kelompok lainnya, mengawali pergerakan dengan melakukan long march dari depan Kedutaan Besar Amerika Serikat menuju titik pusat aksi.
Terdapat beberapa tuntutan utama yang disampaikan oleh para demonstran, di antaranya:
- Massa mendesak agar komisi atau potongan yang diambil oleh pihak aplikator dibatasi maksimal sebesar 10 persen. Saat ini, potongan tersebut dinilai terlalu tinggi dan memberatkan pendapatan bersih pengemudi.
- Para pengemudi secara tegas menolak sejumlah fitur atau program layanan seperti Hemat, Slot, Aceng, dan Double Order. Program-program tersebut dianggap sebagai bentuk eksploitasi karena menurunkan standar tarif yang diterima pengemudi namun menambah beban kerja.
- Peserta aksi menuntut adanya jaminan tarif yang layak serta perlindungan sosial bagi pengemudi. Mereka juga mendesak pemerintah agar segera merealisasikan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Ojek Online sebagai payung hukum resmi bagi profesi mereka.
Selama aksi berlangsung, para pengemudi bergantian melakukan orasi dan membentangkan spanduk tuntutan di pagar pembatas. Meski sempat memadati jalan, aksi unjuk rasa tersebut dilaporkan berjalan dengan tertib dan kondusif di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian yang memasang barikade besi di sekitar lokasi.
Melalui aksi ini, para mitra driver berharap pihak aplikator dan pemerintah dapat segera duduk bersama untuk memberikan solusi nyata demi keadilan dan kesejahteraan para pengemudi transportasi daring di Indonesia.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment