Gardupedia.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Lonjakan harga minyak mentah global menjadi dampak instan yang paling diwaspadai karena berpotensi menekan berbagai sektor domestik, mulai dari nilai tukar rupiah hingga ketahanan fiskal negara.
Lembaga kajian Prasasti Center for Policy Studies memperingatkan bahwa eskalasi konflik ini merupakan risiko eksternal besar bagi ekonomi Indonesia di tahun 2026. Fokus utama kekhawatiran tertuju pada Selat Hormuz, jalur perdagangan krusial yang melayani sekitar 20 hingga 30 persen distribusi minyak dunia. Jika jalur ini terganggu, dunia akan menghadapi guncangan pasokan energi yang hebat.
Piter Abdullah, selaku Policy and Program Director Prasasti, menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak dunia hampir pasti akan merembet pada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri. Hal ini tidak hanya memicu inflasi, tetapi juga mengganggu rantai pasok logistik internasional yang pada akhirnya dapat memperlambat aktivitas perdagangan global.
Selain masalah harga, pemerintah Indonesia juga dihadapkan pada tantangan penerimaan pajak yang berisiko menurun akibat lesunya perdagangan internasional. Kondisi ini semakin diperparah oleh keterbatasan cadangan energi strategis nasional.
Saat ini, cadangan minyak Indonesia dilaporkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 23 hingga 26 hari. Angka ini sangat jauh dari standar yang ditetapkan oleh International Energy Agency (IEA), yakni minimal 90 hari impor bersih.
Dengan ruang gerak kebijakan yang semakin sempit akibat cadangan energi yang minim, pemerintah dituntut untuk lebih waspada. Langkah efisiensi pada program-program pemerintah dinilai menjadi hal yang tak terelakkan guna menjaga stabilitas APBN di tengah ketidakpastian harga energi dan ancaman inflasi yang menghantui masyarakat.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment