Berita Ekonomi

Optimis Hadapi Lonjakan Harga Minyak Dunia, Purbaya: Indonesia Punya Pengalaman Atasi Krisis

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). ANTARA/Imamatul Silfia/aa.

Gardupedia.com – Di tengah tren kenaikan harga minyak mentah global yang dipicu oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat untuk tetap tenang. Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia memiliki rekam jejak yang solid dalam menavigasi ekonomi domestik saat menghadapi situasi serupa di masa lalu.

Purbaya menjelaskan bahwa fluktuasi harga energi global bukanlah hal baru bagi Indonesia. Pemerintah terus memantau pergerakan harga minyak secara saksama sebelum mengambil langkah kebijakan fiskal. Menurutnya, perubahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan dilakukan secara terburu-buru atau reaktif terhadap gejolak harian pasar.

“Kami tidak ingin bertindak gegabah hanya karena harga naik selama beberapa hari. Kami akan melakukan asesmen mendalam dalam jangka waktu yang lebih stabil, misalnya satu bulan, untuk melihat apakah tren kenaikan ini bersifat permanen atau hanya sementara,” ujar Purbaya dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan.

Menkeu optimistis karena Indonesia sebelumnya pernah berhasil melewati fase harga minyak yang jauh lebih tinggi, bahkan saat menyentuh angka US$150 per barel. Ia menekankan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi sempat melambat pada masa itu, struktur ekonomi nasional terbukti tetap tangguh dan tidak mengalami keruntuhan.

“Indonesia sudah berpengalaman menghadapi harga minyak yang sangat tinggi. Kenapa kita bisa bertahan? Karena kebijakan yang kita ambil tepat sasaran,” tambahnya.

MPR Putuskan Gelar Ulang Final LCC di Kalbar dengan Juri Independen Baru

Terkait dampaknya terhadap daya beli masyarakat, pemerintah memastikan bahwa alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam APBN 2026 masih dalam kondisi aman. Dengan asumsi harga minyak tahunan rata-rata sebesar US$70 per barel, lonjakan singkat yang terjadi saat ini dianggap belum cukup kuat untuk merombak postur anggaran secara keseluruhan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga memperkuat pernyataan tersebut dengan menjamin bahwa tidak akan ada kenaikan harga BBM bersubsidi, terutama menjelang momentum Idulfitri. Pemerintah berkomitmen hadir untuk melindungi masyarakat dari dampak volatilitas pasar energi dunia melalui mitigasi energi alternatif dan pengelolaan subsidi yang terukur.

Hingga saat ini, fokus utama pemerintah adalah memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga sambil terus menyiapkan skenario cadangan jika tekanan pada fiskal meningkat di masa mendatang.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Wamenkum Tegaskan di MK bahwa Kedudukan Polri Berbeda dengan Kementerian

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *