Gardupedia.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki peran yang sangat strategis sebagai penggerak ekonomi masyarakat bawah, terutama saat dunia sedang menghadapi krisis akibat ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Menurut keterangan dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI pada Senin (16/3/2026), Presiden Prabowo menyebut program ini sebagai “stimulus” bagi pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput. Ia berpendapat bahwa kondisi global yang sulit justru menjadi momentum bagi pemerintah untuk mempercepat langkah-langkah pemberdayaan ekonomi rakyat serta investasi jangka panjang pada kualitas sumber daya manusia (SDM).
Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan program MBG dapat menjangkau 80 juta penerima manfaat. Keseriusan ini tercermin dari alokasi anggaran yang mencapai 11 persen dari total belanja pemerintah pusat tahun ini.
Fokus utama kebijakan ini adalah memperkuat daya beli masyarakat kecil dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang bisa dirasakan oleh semua lapisan (inklusif).
Selain MBG, pemerintah berkomitmen memperkuat fondasi ekonomi dalam negeri melalui berbagai program prioritas lainnya, seperti penyediaan rumah subsidi dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.
Presiden juga mendorong perluasan sektor UMKM agar Indonesia memiliki daya tahan yang lebih kuat dalam menghadapi ketidakpastian situasi global yang masih terus bergejolak.
Melalui integrasi berbagai kebijakan ini, pemerintah optimistis dapat melindungi ekonomi rakyat sekaligus membangun fondasi pertahanan ekonomi nasional yang mandiri.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment