Gardupedia.com – Bupati Trenggalek tengah mengambil langkah berani dalam tata kelola pemerintahan daerah dengan menetapkan target efisiensi anggaran sebesar 20 persen melalui penerapan kebijakan Work From Home (WFH). Kebijakan ini bukan sekadar tren, melainkan strategi konkret untuk memangkas pengeluaran operasional yang selama ini membebani APBD.
Bupati menekankan bahwa esensi dari bekerja dari rumah bagi para ASN harus berdampak langsung pada penghematan keuangan negara. Menurutnya, jika transisi pola kerja ini tidak menghasilkan efisiensi yang signifikan, maka keberlanjutan program tersebut patut dipertanyakan.
“Kalau tidak bisa menghemat anggaran, buat apa kita terapkan WFH?” tegas Bupati saat memberikan keterangan terkait arah kebijakan baru ini.
Rencana penghematan sebesar 20 persen tersebut diproyeksikan bersumber dari beberapa pos biaya rutin kantor, di antaranya penurunan biaya listrik dan air di gedung-gedung pemerintahan, pengurangan penggunaan alat tulis kantor (ATK) dan pemeliharaan rutin dan penekanan pada anggaran rapat fisik yang kini dialihkan menjadi pertemuan virtual.
Meski menerapkan sistem kerja jarak jauh, Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Kebijakan ini dibarengi dengan sistem pemantauan kinerja berbasis digital yang ketat untuk memastikan produktivitas ASN tidak menurun meskipun tidak berada di kantor.
Target 20 persen ini menjadi tolok ukur (benchmark) keberhasilan transformasi digital di lingkungan Pemkab Trenggalek. Jika berhasil, anggaran yang dihemat rencananya akan dialokasikan kembali untuk program-program pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat luas.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment