Berita Internasional

Terekam Kamera, Begini Ekspresi Delegasi Israel Saat RI Tuntut Investigasi Kematian Prajurit TNI

Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon(Kanal YouTube United Nations)

Gardupedia.com – Pemerintah Indonesia menyampaikan kecaman yang sangat tajam terhadap Israel dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB di New York pada Selasa (31/3/2026). Sidang ini digelar menyusul insiden serangan yang menewaskan personel pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon pada akhir Maret 2026.

Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Umar Hadi, secara lantang menyatakan bahwa kekerasan yang terjadi saat ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan akibat rentetan agresi militer Israel yang terus berulang di wilayah Lebanon. Indonesia menegaskan bahwa serangan terhadap markas UNIFIL bukan sekadar kecelakaan tidak sengaja, melainkan tindakan terencana yang melanggar hukum internasional dan mandat PBB.

Umar Hadi menuntut dilakukannya investigasi yang jujur, cepat, dan transparan. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada kekebalan hukum bagi pelaku penyerangan terhadap penjaga perdamaian. Indonesia juga memberikan penghormatan tertinggi kepada para prajuritnya yang gugur dan mendesak semua pihak yang berkonflik untuk menghormati kedaulatan wilayah serta keselamatan aset PBB.

Di tengah pernyataan keras yang disampaikan delegasi Indonesia, sorotan kamera UN Web TV menangkap ekspresi yang menjadi perhatian publik dari Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon. Saat Indonesia mengutuk tindakan negaranya, Danon tampak tidak mempedulikan situasi sekitar. Ia terlihat sibuk bermain dengan telepon genggamnya, mengetik menggunakan kedua jari telunjuknya, dan tidak memberikan perhatian pada jalannya persidangan.

Kemarahan Indonesia ini dipicu oleh tewasnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi UNIFIL dalam waktu kurang dari 24 jam.

Menkes Tegas Coret Orang Kaya yang Masih Jadi Peserta PBI BPJS!

Dua prajurit TNI gugur dan dua lainnya luka-luka (salah satunya kritis) setelah kendaraan mereka hancur akibat ledakan di wilayah Bani Haiyyan. Beberapa jam sebelumnya, satu prajurit TNI lainnya juga dinyatakan tewas ketika pangkalan UNIFIL di dekat desa Adchit al-Qusayr terkena hantaman proyektil.

Meskipun Israel sempat menuduh pihak lain (Hizbullah) sebagai penyebabnya, Indonesia tetap pada posisinya bahwa Israel harus bertanggung jawab atas eskalasi militer yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian dunia. Saat ini, UNIFIL tengah melakukan penyelidikan mendalam atas kedua insiden mematikan tersebut.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *