Berita Regional

Akses Terputus: Jembatan Darurat Ambruk, 5 Desa di Aceh Tengah Kembali Terisolasi

Foto ilustrasi jembatan putus: (Chaidir/detikcom)

Gardupedia.com – Lima desa di wilayah Aceh kembali menghadapi isolasi total pada Selasa (7/4/2026) setelah dua jembatan darurat yang menjadi akses utama dilaporkan ambruk. Infrastruktur sementara yang dibangun pascabencana banjir dan longsor tersebut hancur akibat tidak kuat menahan terjangan debit air.

Kondisi sulit kembali dialami oleh warga di lima desa di Kabupaten Aceh Tengah. Setelah sempat mendapatkan akses sementara pascabencana, wilayah tersebut kini kembali terisolasi akibat ambruknya jembatan darurat yang menjadi satu-satunya jalur penghubung utama.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, menjelaskan bahwa peristiwa ini dipicu oleh cuaca ekstrem. Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah Aceh sejak Selasa sore menyebabkan banjir besar yang kemudian merobohkan jembatan tersebut.

“Hujan deras sejak sore mengakibatkan terjadinya banjir sehingga jembatan darurat yang dibangun beberapa waktu lalu saat bencana hidrometeorologi ambruk,” ungkap Bahron pada Selasa (7/4).

Ambruknya konstruksi jembatan darurat ini dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur wilayah Aceh Tengah dalam beberapa hari terakhir. Tingginya curah hujan menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga arusnya menghantam jembatan tersebut sampai runtuh.

Menkes Tegas Coret Orang Kaya yang Masih Jadi Peserta PBI BPJS!

Terputusnya akses jalan ini mengakibatkan aktivitas warga di lima desa tersebut lumpuh total. Kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tidak dapat melintasi jalur tersebut. Selain menghambat mobilitas warga untuk bekerja dan bersekolah, kondisi ini juga mengancam pasokan logistik dan kebutuhan pokok ke wilayah terdampak.

Selain memutus akses komunikasi darat, ambruknya jembatan ini juga berdampak signifikan pada proses pemulihan pascabencana. Pengiriman material bangunan untuk proyek pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana sebelumnya menjadi terhenti. Hal ini dikhawatirkan akan memperlama waktu pengungsian warga yang rumahnya rusak akibat bencana terdahulu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah melaporkan bahwa tim teknis telah diterjunkan ke lokasi untuk meninjau kerusakan. Prioritas utama pemerintah saat ini adalah mencari solusi cepat agar akses dapat segera dilalui kembali, setidaknya untuk kendaraan roda dua, sembari merencanakan perbaikan permanen atau pemasangan jembatan bailey yang lebih kokoh.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Cedera Kronis Paksa Viktor Axelsen Pensiun Dini di Dunia Bulutangkis

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *