Gardupedia.com – Pemerintah Iran secara resmi menyatakan penolakannya terhadap proposal gencatan senjata berdurasi 45 hari dalam konflik bersenjata melawan Amerika Serikat dan Israel. Langkah ini menegaskan bahwa Teheran tidak tertarik pada penghentian permusuhan sementara dan lebih menuntut penyelesaian konflik secara menyeluruh.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui saluran diplomatik Pakistan sebagai perantara, Iran merumuskan respons mereka ke dalam 10 poin utama. Poin sentral dari tanggapan tersebut adalah penolakan tegas terhadap jeda pertempuran jangka pendek. Pihak Iran menegaskan bahwa mereka hanya akan menerima kesepakatan yang mengakhiri perang secara permanen dan definitif.
Mojtaba Ferdousi Pour, yang menjabat sebagai kepala misi diplomatik Iran di Kairo, menekankan bahwa gencatan senjata belaka tidaklah cukup bagi negaranya. Ia menyatakan bahwa Iran membutuhkan jaminan keamanan yang konkret agar serangan serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Selain menolak proposal 45 hari tersebut, Iran juga mengajukan sejumlah syarat dalam laporan yang dirilis oleh kantor berita IRNA. Tuntutan-tuntutan tersebut meliputi:
- Penghentian seluruh konflik bersenjata di kawasan secara total.
- Penyusunan protokol keamanan baru untuk menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
- Program rekonstruksi pasca-perang.
- Pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini menjerat Iran.
Penolakan ini muncul di tengah eskalasi ketegangan dan tekanan dari Washington. Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya sempat melontarkan ancaman keras untuk menghancurkan berbagai infrastruktur vital milik Iran jika kesepakatan tidak segera tercapai. Namun, ancaman tersebut tampaknya tidak menggoyahkan posisi Teheran yang tetap bersikeras pada tuntutan akhir perang secara permanen.
Hingga saat ini, situasi di kawasan masih mencekam seiring dengan berlanjutnya aksi saling serang, sementara upaya mediasi internasional terus menemui jalan buntu akibat perbedaan prinsip mengenai durasi dan syarat-syarat perdamaian.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment