Gardupedia.com – Guna merespons pertumbuhan pesat tren lari di tanah air, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) kembali menyelenggarakan program edukasi bertajuk Indonesia Road Running Clinic 2026. Acara yang berlangsung di kawasan Senayan pada Kamis (9/4/2026) ini merupakan edisi kedua setelah sukses digelar pertama kali pada Oktober tahun lalu.
Wakil Ketua Umum PB PASI, Tigor Tanjung, mengungkapkan bahwa inisiatif ini diambil menyusul ledakan jumlah event lari di Indonesia. Berdasarkan data tahun 2025, tercatat ada sekitar 500 perlombaan lari jalan raya di berbagai daerah. Menurut Tigor, kuantitas yang besar harus dibarengi dengan kualitas penyelenggaraan yang mumpuni.
“Prinsip utama sebuah kompetisi itu sederhana: peserta harus merasa aman dan nyaman. Melalui forum ini, kami ingin menyelaraskan pemahaman mengenai aturan lomba, manajemen medis, hingga pemilihan rute yang layak dan steril dari kendaraan bermotor,” ujar Tigor.
PB PASI menegaskan bahwa peran mereka bukan hanya sebagai pemberi stempel rekomendasi izin acara. Federasi ingin terlibat aktif sebagai mitra bagi para penyelenggara (Event Organizer) untuk menciptakan lomba yang berkualitas internasional.
Tigor juga membandingkan potensi Indonesia dengan ajang bergengsi World Marathon Majors. Ia yakin Indonesia mampu mencapai level tersebut asalkan seluruh pemangku kepentingan memiliki standar pengetahuan yang sama. Karena itulah, coaching clinic ini juga menghadirkan para direktur lomba dan penyelenggara berpengalaman untuk saling berbagi ilmu.
Peningkatan kualitas kompetisi lokal diyakini berdampak langsung pada performa atlet nasional. Nama-nama besar seperti Robi Syianturi, Rikki Simbolon, dan Odekta Elvina Naibaho disebut semakin berkembang berkat adanya ekosistem lomba yang profesional.
“Dengan sistem manajemen lomba yang baik, beberapa ajang di Indonesia kini mulai diakui oleh World Athletics. Hal ini menciptakan hubungan timbal balik; pelari internasional tertarik datang ke Indonesia, dan sebaliknya, pelari kita diundang untuk berkompetisi di luar negeri,” tambahnya.
Melalui slogan “Atlet yang Utama, Kemenangan Kedua”, PB PASI berharap edukasi ini dapat meminimalisir risiko bagi pelari, mulai dari ketersediaan fasilitas medis yang siaga sebelum lomba dimulai hingga ketersediaan titik hidrasi yang memadai di sepanjang rute. Dengan manajemen yang matang, prestasi atletik Indonesia diharapkan terus meningkat seiring dengan tata kelola lomba yang semakin profesional.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment