Gardupedia.com – Kebijakan pemerintah dalam mengamankan stok LPG nasional kini memunculkan tantangan baru bagi sektor industri. Untuk menekan ketergantungan impor dan menjaga ketersediaan energi domestik, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan alokasi bahan baku nafta yang sebelumnya digunakan untuk produk industri menjadi produksi LPG.
Langkah ini diambil oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai respons terhadap ketidakpastian pasokan global akibat konflik yang berkecamuk di Timur Tengah. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan LPG bagi masyarakat, khususnya tabung melon 3 kilogram.
Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI pada Jumat (10/4/2026), Sekretaris Jenderal Ditjen Migas Kementerian ESDM, Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam, menjelaskan bahwa strategi utama yang ditempuh adalah mengoptimalkan kinerja kilang di dalam negeri.
Salah satu langkah konkret dilakukan di Kilang Balikpapan (RDMP Balikpapan). Pemerintah memutuskan untuk mengurangi volume produksi propylene—produk petrokimia yang sebenarnya memiliki nilai jual lebih tinggi—agar bahan baku nafta tersebut dapat dialihkan untuk memperbanyak output LPG.
“RDMP Balikpapan yang menghasilkan propylene di mana produknya sebenarnya harganya lebih tinggi, produk ini dikurangi produksinya dan bahan baku nafta digeser untuk memperkaya produk LPG,” kata Rizwi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI yang dikutip melalui siaran daring, Jumat (10/4/2026).
Selain itu, pemerintah juga telah meminta kilang LPG swasta untuk mengutamakan penjualan ke PT Pertamina Patra Niaga. “Kami instruksikan kilang LPG swasta agar prioritaskan penawaran ke Pertamina Patra Niaga. Tadinya produksinya dijual ke industri, tapi kami memberi usulan ke LPG swasta prioritas diberikan penawaran pertama ke Pertamina Patra Niaga,” ujarnya.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa jalur distribusi energi bersubsidi bagi masyarakat tetap terjaga, meski di sisi lain hal ini menciptakan tekanan bagi industri petrokimia nasional yang masih sangat bergantung pada impor bahan baku dan rentan terhadap fluktuasi pasar global.
Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !


Comment