Berita Ekonomi Internasional

Harga Minyak Dunia Naik Dipicu Kesepakatan China Impor Minyak dari AS

Presiden China Xi Jinping (kiri) saat menghadiri jamuan makan malam bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Aula Besar Rakyat di Beijing, China, 14 Mei 2026.(AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)

Gardupedia.com – Harga minyak dunia mencatatkan kenaikan pada perdagangan Jumat (15/5/2026). Tren positif ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang mengklaim bahwa China telah setuju untuk kembali membeli minyak mentah dari Negeri Paman Sam.

Berdasarkan data pasar, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Juli mengalami kenaikan signifikan sebesar 3,25 persen, menyentuh angka 104,46 dollar AS per barel. Sebagai informasi, Brent merupakan tolok ukur utama untuk harga minyak mentah secara internasional.

Kenaikan serupa juga terjadi pada minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni, yang terkerek 2,11 persen menjadi 103,30 dollar AS per barel. Bahkan pada awal perdagangan di hari yang sama, harga Brent sempat menyentuh level 106,32 dollar AS, sementara WTI sempat berada di posisi 101,71 dollar AS per barel.

Kenaikan harga ini dipicu oleh optimisme pasar terhadap hubungan dagang kedua negara. Presiden Trump mengonfirmasi bahwa China telah menyatakan komitmennya untuk mengambil pasokan energi dari beberapa titik strategis di Amerika Serikat.

“Mereka telah menyatakan persetujuan untuk membeli minyak dari kita. Kapal-kapal pengangkut dari China akan segera bergerak menuju Texas, Louisiana, dan Alaska,” ungkap Trump sebagaimana dilaporkan oleh CNBC.

MK Tolak Gugatan Terkait Kewajiban Gelar S2 bagi Calon Anggota DPR

Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat pemulihan aktivitas ekonomi dan kerja sama energi antara Washington dan Beijing, yang secara langsung memberikan tekanan ke atas (sentimen bullish) pada harga minyak di lantai bursa internasional.

Meski klaim pembelian minyak ini telah disampaikan secara terbuka oleh pihak Gedung Putih, hingga saat ini pemerintah China belum memberikan konfirmasi resmi secara mendetail terkait volume maupun waktu pelaksanaan rencana pembelian energi tersebut. Sebagai latar belakang, ekspor minyak mentah AS ke China sempat mengalami penurunan drastis pada tahun sebelumnya, sehingga kesepakatan baru ini dipandang sebagai titik balik penting dalam hubungan dagang kedua negara.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *