Berita Regional

TNI Ingatkan Risiko Narasi Film “Pesta Babi” Terhadap Stabilitas Sosial di Papua

TNI melalui Kodam XVII/Cenderawasih menyebut narasi yang dinilai tendensius dalam film Pesta Babi karya Dandhy Dwi Laksono dan kawan-kawan berpotensi menggangu keharmonisan sosial di wilayah Papua.(Humas HMI Cabang Sumbawa Barat )

Gardupedia.com – Pihak TNI melalui Kodam XVII/Cenderawasih memberikan peringatan terkait konten dalam film dokumenter terbaru karya Dandhy Dwi Laksono yang berjudul “Pesta Babi”. TNI menilai bahwa narasi yang diusung dalam film tersebut memiliki potensi untuk merusak keharmonisan sosial yang saat ini terjaga di Tanah Papua.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, menekankan bahwa setiap karya sinematik yang akan ditayangkan kepada khalayak luas harus mematuhi aturan hukum yang berlaku, khususnya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. Salah satu poin utamanya adalah kewajiban memiliki Sertifikat Lulus Sensor (LSF) dari Lembaga Sensor Film.

Tri menjelaskan bahwa alasan utama pihaknya menyoroti penayangan film ini adalah karena belum adanya sertifikasi resmi tersebut. Tanpa proses sensor, dikhawatirkan informasi yang disampaikan tidak berimbang dan dapat memicu distorsi atau penyimpangan pemahaman di masyarakat.

Menurut Kapendam, situasi keamanan dan stabilitas di Papua saat ini sangat krusial, terutama di tengah berbagai program pembangunan nasional yang sedang berjalan. TNI khawatir narasi visual yang dianggap tendensius dan sepihak dapat membenturkan masyarakat dengan pemerintah.

“Kami meminta masyarakat untuk lebih cerdas dan bijak dalam menyaring informasi. Jangan sampai opini sepihak mengganggu program strategis pemerintah yang sebenarnya ditujukan untuk kesejahteraan rakyat Papua,” ujar Tri Purwanto dalam keterangannya pada Jumat (15/5/2026).

MK Tolak Gugatan Terkait Kewajiban Gelar S2 bagi Calon Anggota DPR

TNI juga menyarankan agar ruang diskusi terkait isu-isu di Papua dialihkan ke forum yang lebih edukatif, memiliki dasar hukum yang jelas, dan bersifat membangun. Hal ini dianggap lebih produktif daripada menyebarkan konten yang belum terverifikasi otoritas berwenang yang berisiko menimbulkan kesalahpahaman antarkelompok.

Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan guna memastikan ketertiban umum tetap terjaga dari dampak negatif penyebaran informasi yang dianggap tidak akurat.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *