Kritik terhadap DPRD Sulsel dari Jurnalis Senior
Seorang jurnalis senior dan pengamat sosial politik, Mulawarman, mengajukan permintaan agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan ditutup sementara. Ia menyampaikan hal ini setelah melakukan pertemuan dengan beberapa anggota DPRD Sulsel pada hari Kamis, 31 Juli 2025.
Menurut Mulawarman, DPRD Sulsel tidak lagi berani bersuara atau berbicara secara aktif. Ia menilai peran lembaga tersebut sebagai wakil rakyat sudah dianggap tidak penting oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman atau Pemerintah Provinsi Sulsel. Dengan situasi seperti ini, ia menyarankan agar DPRD Sulsel ditutup sementara waktu.
Latar Belakang Mulawarman
Mulawarman adalah salah satu jurnalis senior yang cukup dikenal di Sulawesi Selatan. Ia lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin dan mulai berkarier sebagai wartawan ketika Achmad Amiruddin menjabat gubernur Sulawesi Selatan.
Awal kariernya dimulai di harian Berita Buana Makassar pada tahun 1985 hingga 1986. Setelah itu, ia melanjutkan karier di media Pedoman Rakyat dari 1986 hingga 1991. Mulawarman juga pernah bekerja di Surya Malang hingga tahun 2006 sebelum menjadi pekerja lepas.
Pria kelahiran Parepare pada 4 Juni 1963 ini pernah maju dalam pemilihan DPD RI pada tahun 2014. Ia mendapatkan 16.886 suara, dengan raihan terbesar di Makassar sebanyak 4.141 suara, disusul Sinjai dengan 2.275 suara dan Kabupaten Bone dengan 1.613 suara.
Hubungan dengan Tokoh Nasional
Selama ini, Mulawarman memiliki hubungan dekat dengan beberapa tokoh nasional, termasuk Mendikbud periode 1985–1993 Fuad Hasan, ekonom senior Emil Salim, serta politisi Partai Golkar dan aktivis HMI Akbar Tanjung. Ia juga dikenal sebagai penulis buku yang membahas tokoh-tokoh penting di Sulawesi Selatan.
Beberapa tokoh yang dekat dengannya antara lain Ketua DPW Partai Nasdem Rusdi Masse dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Nurdin Halid.
Buku “Hak Angket”
Salah satu karya Mulawarman yang paling diminati adalah buku berjudul “Hak Angket Kawal Demokrasi, DPRD Sulsel Menguak Fakta Dugaan Pelanggaran Gubernur Nurdin Abdullah”. Buku ini sangat diminati masyarakat, sehingga penerbit harus mencetak ulang edisi ke-2 dengan tambahan naskah dan revisi pada pertengahan Desember 2019.
Buku ini awalnya dirilis sebagai “kado manis” bagi anggota DPRD Sulsel periode 2014–2019 di akhir masa baktinya. Isi buku ini berisi fakta persidangan panitia Hak Angket DPRD Sulsel yang ditulis oleh Aris Asnawi dan Rusman Madjulekka sebagai editor naskah, serta kata pengantar dari A Madjid Sallatu, anggota Tim Ahli Panitia Hak Angket DPRD Sulsel.
Kabar tentang RMS yang Pindah ke PSI
Mulawarman, yang dikenal dekat dengan H Rusdi Masse Mappasesu atau RMS, mengungkapkan bahwa kemungkinan besar RMS akan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia menyampaikan informasi ini kepada gardupedia setelah bertemu dengan Kaesang Pangareng, Ketua PSI di Jakarta, pada hari Kamis, 8 Mei 2025.
Kaesang hanya menjawab singkat saat ditanya tentang rumor RMS yang akan bergabung dengan PSI. Menurut Mulawarman, RMS kemungkinan besar akan membentuk gerbong baru di Sulsel untuk PSI. Ia juga menyatakan bahwa RMS tidak ingin mengganggu Partai Nasdem yang turut dibesarkannya.
Kader Pengganti RMS di Nasdem Sulsel
Saat ditanya siapa yang akan menggantikan RMS di Nasdem Sulsel, Mulawarman menjawab singkat bahwa Nasdem Sulsel memiliki banyak kader yang mumpuni. Beberapa nama yang disebutkan antara lain Rudianto Lallo, Andi Rahmatika Dewi, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Mizar Roem, dan Ilhamsyah Azikin.


Comment