Berita Regional

Dampak Kemarau Meluas, 10 Kecamatan di Kabupaten Bogor Mengalami Krisis Air Bersih

Sejumlah warga mengantre air bersih yang disalurkan tim reaksi cepat atau TRC BPBD di dua desa di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (10/7/2026) siang.(Dok. BPBD/KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN)

Gardupedia.com – Bencana kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilaporkan kian meluas. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor hingga Senin (13/7/2026), sebanyak 24.689 warga dari 10 kecamatan kini mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Ketua Tim Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, mengungkapkan bahwa puluhan ribu warga terdampak tersebut tersebar di 19 desa yang mencakup total 48 titik distribusi bantuan.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa bencana ini. Dampak utamanya adalah krisis air bersih yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat,” jelas Andi saat memberikan keterangan pada Senin.

Dari rincian pendataan yang dilakukan sejak Rabu (10/6/2026) hingga Senin (13/7/2026), krisis air ini telah menjerat setidaknya 7.179 kepala keluarga (KK). Wilayah-wilayah yang dilaporkan terdampak meliputi Kecamatan:

  1. Citeureup
  2. Nanggung
  3. Babakan Madang
  4. Jonggol
  5. Sukajaya
  6. Sukaraja
  7. Rumpin
  8. Leuwisadeng
  9. Rancabungur
  10. Ciseeng

Guna mengatasi kesulitan warga, BPBD telah menyalurkan bantuan pasokan air bersih sebanyak 230.000 liter, atau setara dengan 46 kali perjalanan (ritase) truk tangki air ke seluruh lokasi terdampak. Andi menegaskan bahwa proses distribusi air ini akan terus berjalan sesuai dengan permintaan dari area-area yang mengalami kekeringan.

Bidik Rp 500 Triliun dari Pertamina, DJP Terapkan Skema Pajak Berbasis Cooperative Compliance

Menurut pihak BPBD, fenomena kekeringan ini dipicu oleh merosotnya intensitas hujan, sehingga memicu penyusutan sumber mata air utama yang biasa diandalkan warga untuk kebutuhan harian.

Sejauh ini, wilayah Kecamatan Babakan Madang dan Rancabungur menjadi daerah yang paling intens menerima suplai air bersih karena banyaknya area permukiman yang terdampak serius. Khusus untuk Kecamatan Rancabungur, lonjakan wilayah kering terpantau cukup signifikan pada pekan kedua Juli, di mana ada lima desa yang mengajukan bantuan pengiriman air dalam sepekan terakhir.

Guna mengantisipasi situasi, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor terus bersiaga memonitor kondisi lapangan. Bantuan air bersih dipastikan akan terus mengalir selama musim kemarau masih berlangsung. Warga yang daerahnya mulai kehabisan pasokan air diimbau segera berkoordinasi dan melaporkan kondisi tersebut ke posko kebencanaan terdekat.

Gardupedia.com berkomitmen menyajikan berita yang akurat, informatif dan kredibel. Ikuti dan pantau terus perkembangan berita selanjutnya !

Kejagung Tunjuk Jamwas Jadi Plt Jampidsus Demi Kelancaran Pemeriksaan Febrie Adriansyah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *