Gardupedia.com – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan rasa bangganya terhadap kebijakan pemerintah yang terus menyalurkan berbagai macam subsidi energi untuk masyarakat, mulai dari Liquefied Petroleum Gas (LPG), Bahan Bakar Minyak (BBM), hingga pasokan listrik. Menurutnya, besarnya alokasi anggaran subsidi ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia merupakan negara yang makmur dan kaya raya.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara. Beliau menjabarkan betapa masifnya skala bantuan sosial di tanah air, salah satunya tercermin dari penerima subsidi gas yang jumlahnya melampaui total populasi beberapa negara tetangga.
“Subsidi LPG, 66.400.000 rumah tangga menerima subsidi LPG, dua kali Malaysia, 12 kali Singapura. Boleh juga ya Pemerintah Republik Indonesia. Saudara-saudara, saudara bangga jadi menteri, bangga jadi Pemerintah Indonesia,” kata Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk menyadari bahwa pencapaian kesejahteraan ini tidak terjadi secara instan, melainkan merupakan hasil kerja keras kolektif jangka panjang.
“Saudara, tanpa kita sadari apa yang kita capai dan selalu saya katakan, Saudara-Saudara, marilah kita sadar ini prestasi kita bersama dari zaman Bung Karno sampai sekarang,” ungkap Prabowo untuk memberikan apresiasi atas kesinambungan pembangunan nasional.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa tidak banyak negara di dunia yang mampu memberikan bantuan finansial dan perlindungan energi bagi rakyatnya secara masif seperti yang dilakukan Indonesia. Beliau meminta agar segenap jajaran pemerintahan dan masyarakat tidak meremehkan pencapaian serta potensi yang dimiliki oleh bangsa sendiri.
“Tunjukkan negara mana seperti kita? Pasti ada yang lebih hebat pasti. Tapi untuk bangsa Indonesia not bad lah ya. Jangan anggap enteng kita terus. We are strong, we are strong, we are rich, and we will be richer! Kita akan lebih kaya, Saudara-saudara sekalian! Karena kita tidak mau jadi lugu lagi. Kita terlalu lugu, terlalu naif, terlalu baik,” ujar Prabowo dengan penuh optimisme.
Dalam rincian data yang dipaparkannya, program bantuan ini menyentuh berbagai lapisan sektor energi makro. Di sektor bahan bakar, kompensasi Pertalite disalurkan kepada sekitar 33,79 juta rumah tangga dengan nilai kisaran Rp 89 ribu per bulan, sementara subsidi jenis solar mencakup 484 ribu rumah tangga. Adapun di sektor kelistrikan, subsidi dan kompensasi dari pemerintah menyasar sekitar 87 juta pelanggan rumah tangga dengan nilai berkisar Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu setiap bulannya.
Kebijakan perlindungan sosial di sektor energi ini dinilai sangat krusial dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat, menekan laju inflasi, serta menggerakkan roda perekonomian nasional di tengah berbagai tantangan ekonomi global saat ini.


Comment