Bencana Berita NASIONAL

Empat Gunung Berapi Erupsi, DPR Desak Antisipasi Dampak Kesehatan Hingga Transportasi

Citra perairan Selat Sunda di sekitar Gunung Anak Krakatau yang menampilkan warna oranye kecokelatan, pasca-erupsi, Jumat (4/9/2026).(Zoom Earth)

Gardupedia.com — Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, meminta pemerintah segera mengantisipasi berbagai dampak turunan akibat erupsi gunung berapi yang tengah melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Ia menekankan bahwa penanganan bencana tidak boleh berfokus pada keselamatan jiwa semata, melainkan juga harus mencakup perlindungan di sektor kesehatan, kelancaran transportasi, pertanian, ketersediaan air bersih, hingga pemulihan ekonomi masyarakat.

“Pemerintah juga harus mengantisipasi dampak erupsi yang tidak hanya berkaitan dengan keselamatan warga, tetapi juga kesehatan, transportasi, pertanian, ketersediaan air bersih, serta aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Maman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Maman menyebutkan, penanganan lintas sektor ini mendesak dilakukan mengingat terdapat empat gunung api di Indonesia yang saat ini berada dalam status erupsi aktif secara bersamaan, yakni Gunung Anak Krakatau, Gunung Semeru, Gunung Ibu, dan Gunung Ili Lewotolok.

Guna meminimalkan risiko bahaya, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tidak meremehkan ancaman erupsi. Ia meminta warga mengikuti seluruh arahan resmi dari Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta aparat setempat.

“Aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi dan pintu serta jendela ditutup untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah. Masyarakat juga perlu melindungi sumber air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu vulkanik,” ujar Maman.

Kalahkan Australia 2-0, Timnas Indonesia U-20 Segel Tiket Piala Asia U-20 2027

Di sisi lain, Maman juga mendesak pemerintah untuk memperkuat sistem peringatan dini dan menyajikan informasi terkini yang akurat. Penyampaian informasi bencana diharapkan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami publik sekaligus mencegah kepanikan akibat beredarnya kabar bohong di media sosial.

“Erupsi gunung berapi memang tidak selalu bisa dicegah, tetapi risikonya bisa dikurangi. Karena itu, pemerintah harus hadir dengan sistem peringatan dini yang kuat, informasi yang cepat dan akurat, serta perlindungan yang benar-benar sampai kepada masyarakat,” tegasnya.

Secara terpisah, aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami peningkatan signifikan sejak Jumat (4/9/2026). Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria, membenarkan bahwa letusan terjadi secara berulang dan terus-menerus.

“Aktivitas Gunung Krakatau saat ini memang meningkat dibandingkan periode sebelumnya, ditandai oleh erupsi yang berulang dan berlangsung secara terus-menerus,” jelas Lana Saria dalam konferensi pers secara daring, Minggu (6/9/2026).

Meningkatnya sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau ini berdampak langsung pada operasional penerbangan. Pemerintah memutuskan untuk menutup sementara operasional delapan bandara terhitung sejak Minggu (6/9/2026) pukul 00.00 WIB demi menjamin keselamatan penerbangan.

Polri Terjunkan 322 Personel Satgas ke Sumatera dan Kalimantan untuk Edukasi dan Evaluasi Karhutla

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *