Berita Regional

Kualitas Udara Jakarta Diprediksi Memburuk Hari Ini akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Ilustrasi kota dengan kualitas udara buruk.(Dok. iStockPhoto)

Gardupedia.com — Kualitas udara di DKI Jakarta pada Senin (7/9/2026) pagi berada dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) menyentuh angka 101 pada pukul 06.00 WIB. Kondisi ini diproyeksikan terus memburuk hingga malam hari seiring meluasnya sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Berdasarkan data situs pemantau IQAir, polutan utama yang terdeteksi di udara Jakarta adalah ozon (O₃) dengan konsentrasi mencapai 137,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Pada pemeringkatan global pukul 07.12 WIB, Jakarta menempati posisi ke-16 sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Tren tingkat polusi di ibu kota diperkirakan mengalami pemburukan secara bertahap sejak pagi hingga mencapai puncaknya pada malam hari:

  • Pagi (07.00 – 10.00 WIB): AQI tercatat naik ke angka 106 pada pukul 07.00 WIB, melonjak hingga 109 pada pukul 08.00–09.00 WIB, lalu sedikit melandai ke 107 pada pukul 10.00 WIB.
  • Siang hingga Sore (14.00 – 16.00 WIB): Indeks kembali meningkat dari 114 pada pukul 14.00 WIB menjadi 128 pada pukul 15.00 WIB, dan menyentuh 145 pada pukul 16.00 WIB.
  • Malam Hari (17.00 – 22.00 WIB): Pukul 17.00 WIB, status udara memburuk ke kategori tidak sehat bagi seluruh populasi dengan AQI 151. Angka ini terus naik ke 158 pada pukul 18.00 WIB dan mencapai puncaknya di angka 161 pada pukul 19.00 WIB. Kualitas udara diperkirakan baru mulai melandai pada pukul 21.00 WIB (AQI 135) dan pukul 22.00 WIB (AQI 123).

Menanggapi kombinasi ancaman polusi udara dan sebaran abu vulkanik, pihak Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan, untuk membatasi aktivitas outdoor.

“Masyarakat diimbau untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar, warga sangat disarankan menggunakan masker standar medis atau N95 guna meminimalisasi risiko paparan partikel abu vulkanik dan polutan berbahaya,” ujar perwakilan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dalam keterangan resminya, Senin (7/9/2026).

Kalahkan Australia 2-0, Timnas Indonesia U-20 Segel Tiket Piala Asia U-20 2027

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *