Gardupedia.com – Persib Bandung memanfaatkan turnamen pramusim Piala Presiden 2026 sebagai sarana krusial untuk mematangkan persiapan tim. Selain menguji kondisi fisik dan skema taktik, keikutsertaan skuad berjuluk Pangeran Biru tersebut difokuskan sebagai wadah adaptasi agar para pemain dapat kembali merasakan tekanan serta atmosfer pertandingan yang sesungguhnya.
Proses adaptasi ini dinilai sangat vital, terutama dalam membangun chemistry antarpemain, mengintegrasikan amunisi baru, serta mengembalikan ritme permainan sebelum mengarungi ketatnya kompetisi Liga 1 musim depan.
Jajaran pelatih Persib menilai bahwa laga pramusim bernuansa turnamen seperti Piala Presiden memberikan atmosfer kompetitif yang tidak bisa didapatkan hanya dari sesi latihan internal maupun laga uji coba biasa.
“Piala Presiden 2026 menjadi momentum yang sangat tepat bagi kami untuk mengukur sejauh mana kesiapan tim. Bertanding dengan intensitas tinggi di hadapan suporter akan sangat membantu para pemain, terutama pemain baru, untuk mengenali dan terbiasa kembali dengan atmosfer laga yang nyata,” ujar pelatih Persib Bandung dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Ia menambahkan bahwa target utama tim dalam ajang ini bukan sekadar mengejar trofi, melainkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kekompakan tim serta pemahaman taktik di lapangan.
Senada dengan sang pelatih, perwakilan pemain Persib menyambut positif partisipasi mereka di turnamen ini. Menurutnya, tekanan dari kompetisi pramusim dapat menggembleng mentalitas bertanding seluruh anggota skuad.
“Kami sangat membutuhkan atmosfer pertandingan seperti di Piala Presiden ini. Menghadapi lawan-lawan tangguh sejak pramusim akan mengasah mentalitas dan mempercepat proses adaptasi kami sebagai satu kesatuan tim,” tutur pemain tengah Persib tersebut.
Melalui partisipasi di Piala Presiden 2026, manajemen dan tim pelatih berharap Persib Bandung dapat menemukan bentuk permainan terbaiknya, tampil lebih solid, serta siap secara fisik dan mental saat mengarungi kompetisi resmi mendatang.


Comment