Gardupedia.com — Pembangunan Stasiun MRT Jakarta Fase 2A kawasan Monumen Nasional (Monas) kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing). Pihak pengembang menargetkan tahap uji coba operasional stasiun bawah tanah tersebut dapat dilaksanakan pada Juni 2027 mendatang.
Stasiun Monas merupakan bagian penting dari pengerjaan Paket Kontrak 201 (CP 201) MRT Jakarta Fase 2A yang menghubungkan stasiun Bundaran HI hingga Harmoni. Saat ini, fokus pengerjaan di lapangan berpusat pada penyelesaian arsitektur interior, instalasi sistem mekanikal dan elektrikal, serta penataan akses masuk (entrance) stasiun.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, mengonfirmasi bahwa seluruh tahapan konstruksi utama berjalan sesuai dengan tenggat waktu yang telah direncanakan.
“Pembangunan fisik Stasiun MRT Monas saat ini sudah berada di tahap pengerjaan akhir. Kami terus mengupayakan agar seluruh penyempurnaan fasilitas dan pengujian sistem keselamatan dapat rampung tepat waktu, sehingga target uji coba pada Juni 2027 dapat terwujud,” ujar Tuhiyat dalam keterangan resminya di Jakarta.

Selain melayani mobilitas masyarakat di pusat kota, Stasiun MRT Monas didesain terintegrasi dengan moda transportasi umum terpadu lainnya guna memudahkan integrasi antar-moda. Konsep tata ruang stasiun bawah tanah ini juga memperhatikan aspek kelestarian lingkungan dan estetika kawasan cagar budaya Monas.
Jalur MRT Jakarta Fase 2A memiliki total panjang lintasan sekitar 5,8 kilometer yang membentang dari Bundaran HI hingga Kota. Jalur ini melayani tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
Tuhiyat menambahkan bahwa pengoperasian jalur ini nantinya diharapkan dapat memperlancar konektivitas warga serta mengurangi kemadatan lalu lintas di ibu kota.
“Kehadiran Stasiun MRT Monas diharapkan tidak hanya membantu mengurai kemacetan lalu lintas, tetapi juga menjadi simpul transportasi penting yang menghubungkan pusat kegiatan bisnis dengan area bersejarah di Jakarta,” pungkasnya.


Comment