Berita olahraga

Tak Ingin Latihan di Pasar Lagi, Veda Ega Desak Sirkuit Yogyakarta Segera Dibangun

Veda Ega Pratama berharap wacana sirkuit latihan di Yogyakarta segera terwujud. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Gardupedia.com — Pebalap muda berbakat Indonesia, Veda Ega Pratama, menyuarakan harapannya agar wacana pembangunan sirkuit latihan di Yogyakarta dapat segera direalisasikan. Pebalap asal Gunungkidul yang kini berlaga di ajang Moto3 tersebut menilai keberadaan trek khusus sangat krusial untuk mencetak generasi penerus balap motor Indonesia.

Saat ini, Yogyakarta dikenal sebagai salah satu “kantong” pebalap berbakat tanah air yang melahirkan nama-nama besar seperti Doni Tata, Galang Hendra, Aldi Satya Mahendra, hingga Kiandra Ramadhipa. Meski demikian, fasilitas sirkuit permanen dan terstandar di DIY hingga kini masih belum tersedia.

Veda Ega mengungkapkan bahwa minimnya fasilitas di daerah membuat para calon pebalap muda harus memanfaatkan lokasi seadanya yang berisiko, atau pergi ke luar daerah untuk sekadar berlatih.

“Ya, saya sangat berharap agar (rencana pembangunan sirkuit) bisa segera terealisasi. Jadi, nanti latihannya tidak di pasar lagi,” ujar Veda Ega saat ditemui di Senayan, Jakarta.

“Selama ini kalau mau latihan yang aman, sirkuit terdekat ada di Boyolali. Waktu saya masih kecil-kecil dulu, latihan sering memakai lahan parkir pasar atau area terbuka seadanya. Tentu itu kurang ideal dan berisiko untuk mengasah teknik berkendara,” tambahnya.

Warga Indramayu Krisis Air Bersih: Sumur Kering, Berubah Jadi Asin

Pebalap yang kini menduduki posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026 tersebut menekankan pentingnya sirkuit resmi bagi pembinaan pebalap sejak usia dini. Menurutnya, potensi anak-anak muda di Yogyakarta sangat besar, namun membutuhkan wadah yang tepat.

“Sirkuit ini sangat penting buat pembinaan. Apalagi sekarang di Jogja banyak sekali pebalap yang masih kecil-kecil dan punya potensi besar. Kalau ada sirkuit sendiri, mereka bisa latihan rutin dengan standar keselamatan yang jauh lebih baik,” tutur pebalap berusia 17 tahun tersebut.

Tidak hanya bagi pebalap pemula, keberadaan sirkuit di Yogyakarta juga dinilainya akan sangat membantu pebalap profesional seperti dirinya yang tengah berkompetisi di tingkat internasional.

“Bagi saya pribadi, kalau sedang ada jeda kompetisi Moto3 dan pulang ke Jogja, saya bisa tetap menjaga ritme dan feeling berkendara di rumah sendiri tanpa harus melintas ke daerah lain. Jadi program latihan tetap terjaga dengan baik,” jelas Veda.

Usai Dilantik, Sudaryono Langsung Pimpin Rapat Koordinasi di Bareng BGN

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *